Jumat, 5 Juni 20

Korban Kecewa Penundaan Sidang Diberitahu Lewat WA

Korban Kecewa Penundaan Sidang Diberitahu Lewat WA
* Terdakwa Kasus penipuan tanah, Mardani. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunda pegelaran sidang kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Mardani, yang dijadwalkan pada Kamis (23/4/2020).

Dalam penelusuran Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Timur persidangan kembali akan digelar pada Kamis 30 April 2020.

Maman Suherman selaku korban menilai penundaan sidang tanpa alasan yang jelas merasa kecewa karena tidak adanya pemberitahuan resmi yang diberikan kepada dirinya dalam persidangan kasus penipuan tanah yang merugikan pihaknya.

“Saya kecewa sidang ini ditunda dan tidak ada pemberitahuan secara resmi kepada saya dari sidang pertama, hingga sekarang, tahu- tahu sidang aja,” ujar Maman.

Selain itu, pemberitahuan penundaan sidang perkara ini Maman mengaku diberitahui melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

“Melalui pesan WA, parahnya lagi hari Kamis disidang dikirim surat panggilannya hari Rabu, ya dikasih waktu sehari,” jelasnya.

Maman mengungkapkan, perkara ini berawal Mardani menilep uang sebesar 64 juta miliknya dengan modus jual beli tanah. Maman sehingga bisa tertipu ketika mencari lahan kosong untuk dibeli. Setelah disurvey ditemukan lahan kosong seluas 6 hektar di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Setelah mengetahui bahwa tanah tersebut milik Mardani, Maman melakukan negosiasi hingga Mardani meminta sejumlah uang sebesar Rp.100 juta dengan dalih untuk keperluan melihat surat-surat sebelum transaksi jual beli.

Setelah korban menyanggupi namun untuk melakukan pembayaran akan diberikan secara bertahap. Pasalnya dirinya khawatir jika setelah dibayarkan secara penuh Mardani menipunya.

Menurut Maman, kepada penyidik Mardani mengaku bekerja untuk Tabaluyan yang mempunyai PT Salve Veritate, PT Sigma Dharma Utama.

“Kasus perkara mafia tanah yang disoroti langsung oleh Presiden Jokowi, pasalnya menzalimi rakyat kecil dan harus di sapuh bersih, “ tutupnya

Sementara itu, JPU Yoklina mengaku, pembatalan sidang dikarenakan dia mendapat informasi dari penyidik kalau korban dalam kasus ini sedang sakit.

“Saya dapat info dari penyidik si korban ngga bisa datang karena sakit. Makanya saya tunda,” ujarnya kepada obsessionnews.com, Sabtu (25/4).

Selain itu, Yoklina mengaku merasa kesulitan dalam mengirim undangan persidangan kepada korban. Dia berdalih nomor telepon korban tak dapat di hubungi.

“Sudah seminggu saya coba hubungi tapi nomor yang ada di saya nggak aktif,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, Mardani dengan nomor perkara 387/Pid.B/2020/PN.Jkt.Tim didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yoklina Sitepu sebagaimana di dalam dakwaan pertama perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP serta dalam dakwaan kedua terdakwa diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.