Kamis, 7 Juli 22

Koperasi Terus Tumbuh dan Berkembang di Indonesia

Koperasi Terus Tumbuh dan Berkembang di Indonesia

Syarif Hasan (ist).

Rapiudin
Jakarta- Kementerian Koperasi dan UKM terus mengembankan koperasi di Indonesia dengan pendekatan dari berbagai sisi.  Sejumlah upaya dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM agar koperasi semakin tumbuh dan berkembang di Tanah Air.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, upaya yang dilakkan pihaknya antara lain, sosialisasi perkoperasian melalui  Gerakan Sadar Masyarakat Koperasi (GEMASKOP), menggulirkan berbagai program bantuan perkuatan dan fasilitasi baik dalam rangka memperkuat permodalan koperasi dan UMKM, dan meningkatkan kualitas SDM koperasi dan UMKM melalui berbagai pendidikan dan pelatihan.

“Peningkatan jumlah koperasi semakin membuktikan pada kita semua bahwa telah memberi manfaat kepada anggota dan masyarakat banyak,” ujarnya di Jakarta, Jumat (2/8).

Pada bagian lain, Syarif mengatakan,  pemerintah sesungguhnya memiliki keberpihakan terhadap UKM. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari dibebaskannya pelaku usaha mikro dari pungutan Pajak Penghasilan (PPH). Pelaku usaha mikro dimaksud antara lain pedagang  kaki lima dan pedagang asongan.

Keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha tersebut dibuktikan dengan terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 125 tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Pemerintah dan Pemda berkoordinasi melakukan penataan dan pemberdayaan PKL.

“Pemberdayaan dan penataan sarana usaha PKL melalui wadah kelembagaan koperasi telah dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM sejak 2005 sampai saat ini melibatkan 16.143 PKL yang tergabung dalam 254 koperasi,” terang Syarif.
Rapiudin
Jakarta- Kementerian Koperasi dan UKM terus mengembankan koperasi di Indonesia dengan pendekatan dari berbagai sisi.  Sejumlah upaya dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM agar koperasi semakin tumbuh dan berkembang di Tanah Air.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, upaya yang dilakkan pihaknya antara lain, sosialisasi perkoperasian melalui  Gerakan Sadar Masyarakat Koperasi (GEMASKOP), menggulirkan berbagai program bantuan perkuatan dan fasilitasi baik dalam rangka memperkuat permodalan koperasi dan UMKM, dan meningkatkan kualitas SDM koperasi dan UMKM melalui berbagai pendidikan dan pelatihan.

“Peningkatan jumlah koperasi semakin membuktikan pada kita semua bahwa telah memberi manfaat kepada anggota dan masyarakat banyak,” ujarnya di Jakarta, Jumat (2/8).

Pada bagian lain, Syarif mengatakan,  pemerintah sesungguhnya memiliki keberpihakan terhadap UKM. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari dibebaskannya pelaku usaha mikro dari pungutan Pajak Penghasilan (PPH). Pelaku usaha mikro dimaksud antara lain pedagang  kaki lima dan pedagang asongan.

Keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha tersebut dibuktikan dengan terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 125 tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Pemerintah dan Pemda berkoordinasi melakukan penataan dan pemberdayaan PKL.

“Pemberdayaan dan penataan sarana usaha PKL melalui wadah kelembagaan koperasi telah dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM sejak 2005 sampai saat ini melibatkan 16.143 PKL yang tergabung dalam 254 koperasi,” terang Syarif.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.