Minggu, 16 Juni 19

Koperasi Diharapkan Jadi Penyanggah Pengentasan Kemiskinan

Koperasi Diharapkan Jadi Penyanggah Pengentasan Kemiskinan

Ambon, Obsessionnews.com – Provinsi Maluku sedang mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan melalui peran Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM). Oleh itu, Pemerintah daerah terus melakukan pembinaan dan pemberdayaan koperasi, baik di tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota.

“Pemerintah berharap seperti itu, kalau bisa koperasi turutn meskipun tidak menjadi pilar utama tapi selaku penyanggah untuk turut membantu pemerintah daerah dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM provinsi Maluku, Syarif Bakri Asyathri di Ambon, Sabtu (30/7/2016).

Syarif mengatakan pihaknya tengah mendata ulang jumlah koperasi yang aktif guna memastikan mereka bisa mendapatkan bantuan pemerintah. Untuk diketahui Jumlah koperasi yang masuk dalam data Dinas Koperasi dan UMKM, Maluku berjumlah 3000 lebih unit. Dari jumlah itu sebanyak 2000 unit dinyatakan aktif, sedangkan yang tidak aktif sebanyak 1169 unit.

“Ke depan kita cek kembali 1169 koperasi untuk kita pastikan apakah mereka bisa melakukan aktifivitas atau dihentikan di jalan. Ini bagian dari upaya kita untuk mendata ulang koperasi yang aktif sehingga memastikan mereka bisa menerima bantuan,” kata Syarif.

Ia mengakui pihaknya akan mendorong koperasi untuk bisa mandiri, serta serius dalam membangun usaha. Sebab menurut dia, koperasi di Maluku sebagian besar merupakan koperasi musiman. Di mana pelakunya hanya membaca peluang, dan memanfaatkan bantuan pemerintah, namun setelah mendapatkan bantuan, koperasi tersebut beralih ke usaha lain.

“Sehingga kita harus seleksi untuk memastikan bahwa mereka yang ingin dibantu adalah mereka yang ingin berusaha, itu persoalannya. Sehingga kita tidak perlu jumlah yang banyak tapi perlu KUMKM yang potensialn” lanjut dia.

Hal lain yang disoroti Syarif yakni minimnya koperasi yang bergerak di bidang perikanan. Padahal, Maluku dikenal sebagai daerah maritim. Koperasi di bidang maritim hanya berkisar 6 persen, sedangkan 57 persen bergerak di bidang serba usaha.

Inilah yang menurut dia menjadi tugas mereka untuk mendorong banyak koperasi di bidang perikanan. Syarif menambahkan dalam menghadapi era persaingan global akan lebih baik koperasi fokus pada bidang yang disesuaikan dengan potensi daerahnya.

“Ini ke depan kita akan usahakan supaya kopetasi yang didirikan untuk tujuan-tujuan perikanan tetap kita dorong. Karena Maluku wilayah laut, terutama koperasi di pulau-pulau terluar seperti di Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat. Itu mereka lebih dekat dengan aktivitas perikanan,” katanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.