Minggu, 23 Januari 22

Kontra Radikalisme Bisa Ditanamkan di Kampus

Kontra Radikalisme Bisa Ditanamkan di Kampus
* Menristekdikti M.Nasir (baju batik) dan Menhan Ryamizard Ryacudu (baju putih) saat memberikan ceramah di Unhan, Jakarta (Foto humas Kemenristekdikti)

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, menegaskan,  pertahanan Negara adalah sumbu utama untuk menangkal hal-hal negatif yang mungkin terjadi dalam menggoncang kedaulatan Negara.

“Landasan utama untuk menjaga kedaulatan Negara tersebut diantaranya dapat melalui pendidikan. Radikalisme mulai mengancam anak bangsa yang merupakan masa depan Bangsa Indonesia. Pendidikan terutama pendidikan tinggi dapat menangkal radikalisme yang dapat mengganggu keharmonisan, keberagaman, dan kedaulatan Negara,” ujar M. Nasir dalam Seminar Kurikulum Pertahanan dan Bela Negara Universitas Pertahanan di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan (29/3), seperti dilansir laman ristekdikti.go.id.

Baca juga:

Kemenristekdikti Danai 15.000 Judul Riset

Menristekdikti Resmikan Zona Bisnis Teknologi

Menristekdikti Polisikan Kampus Jual Ijazah ‘Bodong’

Dengan memahami bela negara, para mahasiswa semakin tangguh menangkal radikalisme yang masuk ke sendi-sendi akademik di kampus.

“Dengan Bela Negara ini, mahasiswa juga saya harapkan bertambah disiplin, solidaritasnya tinggi dengan lingkungan sekitarnya, serta semakin cinta akan tanah airnya. Kami akan terus mengembangkan budaya Bela Negara ini sebagai bagian dari misi Kemristekdikti dalam menciptakan insan-insan yang cerdas,” ujar mantan Rektor Undip tersebut.

Nasir juga menambahkan, pihaknya akan belajar banyak dari Kemhan tentang penerapan budaya tersebut untuk diterapkan pada Kementerian kami. Rektor juga agar terus mendampingi mahasiswa agar bela negara ini menjadi bagian penting dalam kegiatan kemahasiswaan.

Sedangkan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga setuju jika kampus sangat dalam menangkal radikalisme amatlah penting. Apalagi jumlah mahasiswa begitu banyak, sehingga sangat efektif penangkal utama radikalisme agar tidak berkembang lebih besar.

Menhan juga menitikberatkan bahwa kurikulum yang akan diterapkan kepada mahasiswa ditujukan untuk membangun rasa nasionalisme yang tinggi, menumbuhkan kecintaaan lebih kepada Bangsa dan Negara.

“Hingga akhirnya, ketika ada paham-paham radikalisme mulai masuk kepada mahasiswa, akan tertangkal dengan sendirinya. Mahasiswa akan menjadi kader unggul dimana tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga cinta akan negaranya”, tambahnya.

Sedangkan Rektor Unhan I Wayan Midhio menjelaskan, kampusnya berusaha memposisikan eksistensinya sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang memfokuskan diri pada studi ilmu pertahanan dan bela negara.

Berbagai kajian strategis terhadap isu pertahanan dan bela negara telah diupayakan lewat berbagai program pendidikan dengan tujuan menghasilkan kader intelektual bela negara yang tangguh. (rez) @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.