Kamis, 30 Juni 22

Konsumen Indonesia Lebih Bergairah, Dibanding Tetangga

Konsumen Indonesia Lebih  Bergairah, Dibanding Tetangga

Jakarta –  Dibandingkan negara-negara tetangga, konsumen Indonesia terlihat lebih baik dan lebih berbahagia. Paska Pilpres yang aman, tingkat kepercayaan dan daya beli konsumen di tanah air semakin tinggi.

Demikian hasil hasil survei kepercayaan konsumen terbaru dari Nielsen.   Di Indonesia, 85 persen responden mengatakan bahwa mereka percaya kondisi keuangannya sedang bagus atau sangat bagus. Banyak konsumen Indonesia [yang disurvei] bahkan menyebutkan bahwa mereka masih mempunyai kelebihan uang untuk ditabung.

Menurut hasil survei Nielsen yang dikutip laman Financial Times (29/7), indeks kepercyaan konsumen Indonesia turun satu poin, namun dinilai masih tertinggi di kawasan dan terbaik kedua secara global.

Survei Nielsen digelar Mei lalu, sebulan setelah pemilu legislatif yang berlangsung lancar dan damai di Indonesia, menjelang pemilihan calon presiden yang masih menyisakan ruang untuk terjadinya ketidakpastian politik.

Secara global, indeks kepercayaaan konsumen mengalami sedikit peningkatan pada kuartal kedua tahun ini menjadi 97.  Angka tersebut cukup jauh di bawah optimisme yang diperlihatkan konsumen Indonesia, sebesar 123. Dengan menggunakan patokan dasar 100, survei tersebut menyatakan bahwa indeks  di atas 100 menunjukkan optimisme yang diperlihatkan konsumen

Masih menurut hasil survei tersebut, Indonesia menempati peringkat tertinggi, sementara konsumen di negara-negara tetangga justru sedang mencemaskan daya beli akibat instabilitas politik dan kenaikan harga bahan pangan.

Meskipun konsumen di sejumlah negara Asean masih tergolong paling optimistis, menurut hasil survei Nielsen itu, namun selama beberapa bulan terakhir mereka menjadi kurang bergairah.

Thailand merupakan negara Asean yang mengalami penurunan kepercayaaan konsumen paling buruk pada kuartal pertama dan kedua tahun ini, setelah kekacauan selama berbulan-bulan yang diakhiri dengan kudeta militer pada Mei lalu.

Sedangkan di Vietnam, konfrontasi dengan China akibat konflik klaim wilayah maritim menjadi penyebab utama anjloknya kepercayaan konsumen. Di Singapura, keprihatinan akan prospek kerja di masa yang akan datang menyebabkan sedikit penurunan kepercayaan konsumen, setelah selama dua tahun mencatatkan peringkat tinggi pada kuartal lalu.

Dari enam negara ASEAN yang disurvei hanya Filipina dan Malaysia yang mengalami lonjakkan kepercayaan konsumen.

Survei tersebut juga mengukur kekhawatiran utama para konsumen, dimana kemanan bekerja dan harga pangan menjadi kekhawatiran utama.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.