Kamis, 9 Desember 21

Konflik Tak Usai, Golkar akan Sulit Hadapi Pilkada 2015

Konflik Tak Usai, Golkar akan Sulit Hadapi Pilkada 2015

Jakarta, Obsessionnews – Partai Golkar diperkirakan akan mengalami kesulitan besar dalam menghadapi pilkada serentak 2015. Partai berlambang pohon beringin ini tidak akan mudah mengkonsolidasikan diri apabila konflik internalnya tidak kunjung selesai.

“Yang paling dekat masalah konsolidasi mereka menghadapi pilkada, sejauh apa mereka bisa terkonsolidasi,” ujar Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti saat dihubungi, Rabu (1/3/2015).

Selain itu, kata Ray golkar juga akan menghadapi kesulitan pada tahap pendaftaran pilkada. Dia mengatakan KPU tidak akan bisa mengakomodir calon kepala daerah yang direkomendasikan oleh pengurus partai yang keabsahannya belum diakui.

“Surat siapa yang bisa dipertanggungjawabkan kalau putusan PTUN baru muncul dalam seminggu atau dua minggu yang akan datang,” terangnya.

Konflik internal partai Golkar tengah bergulir di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Diperkirakan penyelesaian konflik ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat ini. Kedua kubu tidak akan saling menyerah.

Baik Agung Laksono maupun Aburizal Bakrie akan terus berupaya untuk merebut kursi nomor satu di partai yang pernah berjaya di masa Orde Baru tersebut. Sementara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diperkirakan akan memulai tahapan pendaftaran pada bulan Juni atau paling telat Juli tahun ini.

“Jadi bagaimana mereka mengikuti pilkada ini akan sangat sulit konsolidasi mereka,” kata dia.

Ray melanjutkan golkar akan kehabisan energi hanya untuk mengurusi masalah internalnya saja. Setelah vonis PTUN, kedua kubu diperkirakan masih akan menempuh jalur hukum hingga ke Mahkamah Agung.

“Jadi belum akan berakhir ceritanya, dugaan saya dalam setahun ini suasananya akan saling adu mengadu saja sampai nanti ada putusan yang tinggi yang inkrah,” tutur Ray. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.