Minggu, 24 Oktober 21

Konflik Dua Kubu Golkar Gak Ngaruh di Daerah

Konflik Dua Kubu Golkar Gak Ngaruh di Daerah

Subang, Obsessionnews – Masih munculnya dualisme kepengurusan DPP Partai Golkar antara kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono, ternyata tidak berpengaruh bagi pengurus daerah khusunya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kab Subang.

Ketua DPD Partai Golkar Subang, Rumanda SH MSi menganggap munculnya dua kubu tersebut hanya sebagai dinamika politik partai belaka. Sedangkan ke daerah, tegas dia, khususnya di Subang sama sekali tidak berpangaruh.

“Toh itu orang pusat. Kalau (konfliknya) sudah selesai di pusat maka orang daerah akan nurut saja,” ujar Rumanda kepada Obsession News di kantornya, Selasa (24/3/2015).

Bagi DPD Golkar Subang, kata Rumanda hanya ada satu pimpinan Golkar. Kalau pun ada selisih pendapat. Hal tersebut sesuatu hal biasa. “Manusia mah biasa. Di alam demokrasi perbedaan itu biasa. Kita damai sajalah,” ujarnya santai.

Apapun yang terjadi di DPP pihaknya berharap bisa diselesaikan dengan baik. Daerah tidak akan terpengaruh. “Di daerah mah Golkar aja. Standarnya kalau kabupaten lapor ke provinsi dan provinsi lapor DPP yang beralamat ke Slipi,” ujarnya lagi.

Saat ditanya apabila ada kepentingan daerah yang memerlukan peranan DPP, Rumanda mengatakan pihaknya akan melihat dulu jenis kebutuhannya.

“Bergantung butuhnya apa? Misalnya kita butuh ‘topi’ yang punya Pak Agung, tentu kita ke Pak Agung. Lalu kita butuh ‘baju’ yang punya Pak Abu Rizal, ya ke Pak Aburizal,” ujarnya memisalkan.

Pada dasarnya, lanjut Rumanda kedua kubu adalah kader-kader terbaik Partai Golkar yang masing-masing memiliki peranan membesarkan Golkar. Kaduanya pada akhhirnya akan menjadi satu kesatuan. “Agung Laksono satu kesatuan dengan Aburizal Bakrie. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Itulah Golkar,” tegas Rumanda,

Kami yakin apa yang terjadi di DPP adalah semata dinamika politik belaka. “Saya yakin sekali akhirnya kedua kubu akan bersatu kembali membesarkan Partai Golkar,” tegasnya lagi.

Ketika ditanya adanya pengaruh eksternal, Rumanda menolaknya. Mengenai perberdaan kedua kubu hanya riak-riak kehidupan sebuah partai. “Gak ada (pengaruh luar). Itu hanya sekedar perjalanan (hidup) partai aja,” pungkasnya. (Teddy Widara)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.