Sabtu, 4 Februari 23

Konflik di Indonesia Memang Harus Terjadi

Konflik di Indonesia Memang Harus Terjadi
* Muhammad Nafik Hadi Ryandono

Surabaya, Obsessionnews.com – Saat ini di Indonesia sedang terjadi proses pelemahan bangsa di bidang ekonomi, pendidikan, dan politik. Jika ketiganya tidak ada maka bangsa ini dipastikan tidak memiliki kedaulatan.

Menurut dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono, SE, M.Si, saat ini pemerintahan Indonesia tengah dikendalikan oleh segelintir orang yang membuat bangsa ini lemah. Melalui upaya pelemahan ini bukan tidak mungkin nantinya jati diri bangsa akan hilang.

“Umat Islam sebagai bagian dari bangsa ini harus segera sadar dan bersatu. Kita patut bersyukur dengan adanya aksi damai yang dilakukan umat Islam beberapa waktu lalu. Ini membuktikan umat Islam masih eksis dan sadar tentang posisinya,” ujar Nafik kepada Obsessionnews.com di usai menjadi moderator di acara peluncuran dan diskusi buku Himda (Muhammad) dalam Konflik Agama dan Bangsa di Grand Palace Hotel Surabaya, Sabtu (18/2/2017).

Menurut Nafik, aksi damai yang kerap terjadi dapat dikategorian sebagai konflik yang sudah seharusnya terjadi. Pasalnya, konflik itu memang merupakan sebuah proses sunnatullah untuk menuju kesempurnaan.

“Jangan lupa juga bahwa konflik itu juga given dalam kehidupan sebagai sunnatullah yang lumrah terjadi. Meski begitu konflik harus tetap di-manage dan diberikan ruang untuk membangun kekuatan dan membangun kesempurnaan. Jika konflik ini dihilangkan justru akan terjadi kegagalan proses menuju kesempurnaan,” ujar Wakil Ketua Kamar Dagang (Kadin) Jawa Timur tersebut.

Nafik menilai, umat di luar Islam seharusnya berterima kasih karena ada umat Islam yang sadar tentang kondisi pelemahan yang sedang terjadi di tanah air.

Selanjutnya Nafik mengidentifikasi dua karakter bangsa terhadap adanya pelemahan jati diri bangsa tersebut. Pertama, mereka yang mengikuti aksi damai merupakan anak bangsa Indonesia yang sadar bahwa mereka sedang dilemahkan dan berkeinginan kuat untuk bangkit.

Kedua, mereka yang menolak aksi damai adalah anak bangsa yang tidak sadar atau menikmati proses pelemahan yang sedang terjadi. Apalagi mereka telah mendapat manfaat dari proses pelemahan itu.

Di sisi lain, imbuh Nafik, konstelasi politik di Jakarta yang menghangat tidak melulu domain warga Jakarta, melainkan juga masyarakat Indonesia.

“Harus diingat bahwa apa yang terjadi di Jakarta merupakan problem rakyat di seluruh Indonesia, tidak hanya di ibu kota. Kejadian di Jakarta itu juga merupakan sinyal adanya orang-orang atau komunitas yang sedang melakukan pelemahan. Jika Jakarta sebagai ibu kota Indonesia dilemahkan, maka bukan tidak mungkin akan berimbas pada daerah-daerah lainnya di tanah air,” tegas Nafik. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.