Selasa, 21 September 21

Konflik dengan Trump, Jaksa Agung Amerika Mundur!

Jeff Sessions, jaksa agung dan menteri kehakiman Amerika Serikat dilaporkan mengundurkan diri setelah terlibat ketegangan dengan Presiden Donald Trump.

Laman Wall Street Journal menulis, Jeff Sessions Rabu (7/6), menyusul konflik dengan Trump terkait penyidikan intervensi Rusia di pemilu presiden 2016, menyerahkan pengunduran diri.

Sebuah sumber mengumumkan, ketegangan antara presiden dan jaksa agung Amerika ini munul selama beberapa pekan terakhir dan setelah Sessions berhasil menyelamatkan diri dari penyidikan keterlibatan Rusia di pemilu presiden tahun lalu.

Kongres Amerika menyelidiki pertemuan dan perundingan menteri kehakiman negara ini dengan dubes Rusia di Washington.

Selain penyidikan Kongres, FBI juga tengah menyelidiki isu pertemuan menteri kehakiman negara ini dengan dubes Rusia di Washington.

Sementara itu, Jeff Sessions mengingkari pertemuan khusus antara dirinya dan pejabat Rusia.

Sikap Trump Anti Qatar Dinilai Berbahaya
Steve Benen, pengamat Amerika mengatakan, sikap Presiden Donald Trump anti Qatar memiliki dampak berbahaya bagi pasukan negara ini yang ditempatkan di Doha.

IRNA melaporkan, Steve Benen, pengamat televisi MSNBC seraya mengkritik keras cuitan Trump hari Selasa (6/6) kepada pendukung serangan diplomatik dan ekonomi Arab Saudi kepada Qatar mengatakan, sikap Trump anti Qatar membantu krisis semakin besar dan memberikan dampak berbahaya bagi tentara Amerika di Doha serta perusahaan negara ini di Qatar.

Benen di laporannya terkait kebijakan Gedung Putih di krisis Qatar dan Arab Saudi menambahkan, statemen terbaru Trump termasuk cuitan paling berbahaya sang presiden yang dirilis hingga kini.

Trump hari Selasa melalui cuitannya di Twitter memuji keputusan negara-negara Arab kawasan Teluk Persia memutus hubungan dengan Qatar.

Hari Senin (5/6) menyusul pemutusan hubungan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan Libya dengan pemerintah Qatar, krisis politik di hubungan negara-negara tersebut dengan Doha memasuki fase sensitif dan berbahaya. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.