Minggu, 26 September 21

Kondisi Polkam Stabil Tapi Daya Beli Masyarakat Rendah

Kondisi Polkam Stabil Tapi Daya Beli Masyarakat Rendah
* Panglima TNI dan Rektor Unpad

Bandung, Obsessionnews – “Kami mohon untuk ikut menjaga situasi ini dengan sebaik-baiknya, jangan sampai stabilitas ekonomi kita yang sudah seperti ini diperparah lagi karena ada upaya menciptakan kondisi stabilitas politik dan keamanan yang tidak baik. Begitu stabilitas politik dan keamanan kita terganggu, maka stabilitas ekonomi kita pasti akan terganggu,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko saat memberikan Kuliah Umum bertema “Wawasan Kebangsaan” di kampus Universitas Pajajaran (Unpad) Bandung, Rabu (10/6).

Dalam acara yang dihadiri Rektor Unpad Prof Tri Hanggono Achmad beserta sejumlah dosen dan mahasiswa itu, Moeldoko juga mengutarakan harus selalu melihat bagaimana perkembangan geopolitik, geostrategi negara-negara lain, agar kita menjadi bangsa yang selalu aware, selalu waspada, atas berbagai implikasi negatif dan positif.

Moeldoko juga menyampaikan berbagai situasi terkini di berbagai negara, yang tentu saja akan berimplikasi pada Indonesia. Di dalam negeri sendiri, Moeldoko mengungkapkan bahwa secara umum kondisi politik, ekonomi cukup stabil.

Kondisi politik, keamanan, dan ekonomi dunia saat ini sedang mengalami turbulensi. Ketidakstabilan, sehingga langsung atau tidak langsung, akan memiliki implikasi terhadap seluruh masyarakat Indonesia. “Kondisi dalam negeri cukup stabil, cukup baik,” ungkapnya.

Stabilitas politik memang ada dinamika yang cukup keras, tetapi itu hanya pada level elite politik belum sampai dengan pada tataran grass root. “Saya pikir sebagai negara yang demokrasi wajar dinamika politik berjalan seperti itu.”

Sementara terkait stabilitas keamanan, Moeldoko menyampaikan bahwa berbagai masalah keamanan di sejumlah daerah di Indonesia sudah dapat diatasi.

Pang TNI di Unpad

Adapun yang harus menjadi perhatian adalah mengenai stabilitas ekonomi, karena proyeksi pertumbuhan ekonomi tidak bisa dicapai akibat pengaruh internal dan eksternal, serta daya beli masyarakat masih rendah.

“Untuk itu, kami mohon untuk ikut menjaga situasi ini dengan sebaik-baiknya, jangan sampai stabilitas ekonomi kita yang sudah seperti ini diperparah lagi karena ada upaya menciptakan kondisi stabilitas politik dan keamanan yang tidak baik. Begitu stabilitas politik dan keamanan kita terganggu, maka stabilitas ekonomi kita pasti akan terganggu,” ujar Moeldoko.

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko juga menyampaikan fungsi utama kampus. Ada 4 fungsi utama kampus, yaitu sebagai agen perubahan, pusat pembelajaran, penjaga tata nilai, dan pusat kebudayaan.

Sebagai agent ofchange, diharapkan kampus mampu memposisikan dirinya sebagai pusat agen pemberdayaan dan pengabdian pada masyarakat. Selain itu, kampus juga bukan ruang yang eksklusif, melainkan ruang yang inklusif.

“Berikutnya adalah kampus sebagai house of culture, bagaimana kampus harus mampu menjadi tempat menempa karakter para generasi muda sebagai pemimpin bangsa ke depan. Kampus memposisikan diri sebagai pengembang budaya ilmiah dan pendidikan kemandirian bangsa,” imbuhnya.

Dalam konteks pusat pembelajaran, kampus harus mampu memunculkan publikasi ilmiah, menghormati HKI, dan memunculkan prestasi. Sementara sebagai penjaga tata nilai, diharapkan kampus dapat mengamalkan dan menjaga nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.