Rabu, 27 Oktober 21

Komunitas ‘Teman Ahok’ Gerilya Kumpulkan Sejuta KTP

Komunitas ‘Teman Ahok’ Gerilya Kumpulkan Sejuta KTP
* Gubermur DKI Jakarta Basuki Purnama Tjahaja alias Ahok.

Jakarta, Obsessionnews – Rabu (12/8/2015) siang di sebuah rumah di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumah itu adalah kantor sekretariat komunitas ‘Teman Ahok’. Di ruang utama yang sekaligus ruang tamu empat anak muda tengah sibuk menghimpun data kartu tanda penduduk (KTP) yang mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang akan maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2017 lewat jalur independen. Dan untuk bisa ikut berkompetisi dalam pilkada itu, persyaratan yang harus dipenuhi Ahok adalah mendapatkan dukungan sejuta KTP.

Di ruang tamu itu seorang staf sekretariat sedang melayani seorang tamu pria yang mendukung Ahok. Tamu yang berasal dari Matraman, Jakarta Selatan, itu mengisi formulir dan menyerahkan fotokopi KTP.

Sementara itu di ruang belakang yang merupakan ruang pimpinan terlihat juga kesibukan. ‘Teman Ahok’ didirikan oleh lima orang. Siang itu tiga orang pendiri Teman Ahok menghimpun data KTP, sedangkan dua orang lainnya belum tampak batang hidungnya. Selain menghimpun data KTP, ketiga pendiri ‘Teman Ahok’ itu juga mendata permintaan pembelian merchandise dari para pendukung Ahok. Merchandise tersebut berupa gelang, gantungan kunci, dan kaos yang bertuliskan ‘KTP Gue Udah Buat Ahok’.

Penjualan dilakukan secara online di www.temanahok.com. Gelang berharga Rp 12.000, gantungan kunci berharga Rp 12 ribu, dan kaos berharga Rp 100 ribu. Masyarakat dapat memesan melalui SMS ke 082110364588.

Semula ‘Teman Ahok’ tak memiliki kantor. Komunitas ini menjalankan aktivitas di dunia maya dan kopi darat (kopdar) alias pertemuan di beberapa tempat. Para relawan bekerja mengumpulkan KTP sejak pertengahan Juni 2015. Melihat keseiusan para relawan tersebut, seorang pendukung Ahok meminjamkan sebuah rumah di Graha Pejaten untuk kantor sekretariat secara gratis. Rumah itu berlantai dua. ‘Teman Ahok’ berkantor di rumah itu sejak 15 Juli 2015, menempati lantai satu. Sedangkan lantai dua dipakai oleh sebuah perusahaan. Di rumah yang cukup besar itulah para pendiri dan relawan ‘Teman Ahok’ mengendalikan 39 posko yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Posko-posko tersebut untuk mengumpulkan KTP. Selain mendirikan posko, ‘Teman Ahok’ juga mendirikan sembilan booth di mal.

Kegiatan mengumpulkan KTP juga dilakukan dengan menggunakan dua mobil mobil di akhir pekan. Dua mobil tersebut dipinjami oleh pendukung Ahok.

Hingga Rabu (12/8) ‘Teman Ahok’ telah mengumpulkan 68.800 KTP. Angka itu jelas masih jauh dari target sejuta KTP. Ditargetkan pada 15 Juli 2016 terkumpul sejuta KTP.

Singgih Widiyastono, salah seorang pendiri ‘Teman Ahok’, menuturkan, berbagai elemen masyarakat mendukung Ahok. “Ada yang meminjami rumah untuk kantor sekretariat, ada yang meminjami mobil untuk berkeliling mengumpulkan KTP. Warga antusias memberikan KTP ke posko-posko dan ada jaga yang datang ke kantor sekretariat. Saya dan para relawan lainnya terus bergerilya mengumpulkan sejuta KTP. Dan saya optimis target sejuta KTP itu tercapai pada Juli 2016,” kata Singgih kepada obsessionnews.com di kantor sekretariat Teman Ahok, Rabu (12/8) siang.

Ketika ditanya dari mana sumber dana untuk kegiatan ‘Teman Ahok’, Singgih menjelaskan dananya berasal dari keuntungan penjualan merchandise. Yang menarik modal awal berbisnis merchandise adalah modal kepercayaan. ‘Teman Ahok’ diperbolehkan berhutang dulu oleh seorang pengusaha merchandise. Semula Teman Ahok berjualan 1.000 buah merchandise, lalu jumlahnya meningkat menjadi 2.000 – 2.500 buah. Omsetnya rata-rata per hari Rp 5 juta – Rp 6 juta dengan keuntungan 30%.

Saat ditanya berapa dana yang diperoleh dari Ahok, Singgih mengatakan ‘Teman Ahok’ sama sekali tidak bantuan apapun dari Gubernur DKI Jakarta itu. “Kami ikhlas membantu Ahok agar bisa maju dalam Pilkada 2017 dan terpilih kembali memimpin Jakarta.

Seorang warga yang telah menyerahkan KTP untuk mendukung Ahok adalah Martinus Meogana. Warga Matraman, Jakarta Timur, ini ingin Ahok memimpin Jakarta dua periode.

“Ahok itu jujur dan pemberani. Berkat Ahok sekolah gratis dan berobat juga gratis,” tuturnya.

Selain mendirikan posko, ‘Teman Ahok juga menyosialisasikan dukungan kepada Ahok melalui website www.temanahok.com. Di website ini antara lain dijelaskan cara mengumpulkan KTP. Tak berhenti sampai di situ. Teman Ahok juga membuat video ajakan untuk menggalang dukungan bagi Ahok. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.