Rabu, 27 Oktober 21

Komunitas Paranormal Dukung Ahok

Komunitas Paranormal Dukung Ahok
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (foto: Poppy Rahim/Obsessionnews.com).

Jakarta, Obsessionnews – Dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk maju sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilkada DKI 2017 terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini dukungan secara terbuka disampaikan oleh ‘Komunitas Paranormal Jakarta (Kopaja) Peduli Ahok’. (Baca: PDI-P: Elektabilitas Ahok Tinggi Untuk Kembali Pimpin Jakarta)

Mbah Mijan, Koordinator ‘Komunitas Paranormal Jakarta (Kopaja) Peduli Ahok’.
Mbah Mijan, Koordinator ‘Komunitas Paranormal Jakarta (Kopaja) Peduli Ahok’.

Koordinator ‘Kopaja Peduli Ahok’ Mbah Mijan mengingatkan Ahok agar berhati-hati, karena banyak orang sirik yang mengirim energi negatif kepada dirinya. Mbah Mijan menyebut serangan `ilmu hitam` itu semakin santer menjelang Pilkada DKI 2017. Tujuannya menghabisi nyawa Ahok agar mantan Bupati Belitung Timur tak bisa mengikuti Pilkada. (Baca: Zaskia: Ahok Masih yang Terbaik Untuk Jakarta)

“Secara pandangan gaib saya melihat ada yang mengancam Ahok. Balai Kota banyak kiriman tapi masih level rendah,” katanya usai ruwatan untuk Ahok di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015). (Baca: Ridwan Kamil Bakal Saingi Ahok?)

Mbah Mijan menyadari Ahok tak percaya takhayul. Toh, dia akan tetap mendukung dan `melindungi` Ahok lewat media spiritual. (Baca: Dianggap Berpengaruh Besar, Ahok Tak Mudah Dikalahkan)

Ahok akan maju sebagai cagub dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Untuk dapat mengikuti Pilkada persyaratan yang harus dipenuhi Ahok adalah mendapat dukungan sejuta KTP. Sejak Juni 2015 para relawan yang tergabung dalam ‘Teman Ahok’ bergerilya mengumpulkan KTP, dan hingga Minggu (27/9/2015) telah mendapat 245.248 fotokopi KTP. Juru bicara ‘Teman Ahok’ Amalia Ayuningtyas optimis target sejuta KTP dapat tercapai pada Juni 2016. (Baca: Komunitas ‘Teman Ahok’ Gerilya Kumpulkan Sejuta KTP)

Sebelumnya Ahok kader Golkar dan terpilih menjadi anggota DPR pada Pemilu 2009. Kemudian lompat pagar ke Partai Gerindra dan mengikuti Pilkada DKI 2012 sebagai calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi). Duet Jokowi dan Ahok memenangkan Pilkada tersebut. Ketika itu mereka diusung oleh PDI-P dan Gerindra.

Pada 2014 Jokowi terpilih menjadi Presiden. Ahok kemudian naik kelas menjadi gubernur dan dilantik di Istana Negara pada November 2014.

Dan pada 2014 itu pula Ahok angkat kaki dari Gerindra, karena tidak sependapat dengan partai besutan Prabowo Subianto tersebut terkait sistem Pilkada. Ketika itu Gerindra mendukung Pilkada lewat DPRD, sementara Ahok lebih setuju Pilkada dengan cara langsung ditentukan masyarakat. (mntv/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.