Jumat, 7 Oktober 22

Breaking News
  • No items

Komunikonten, KPU dan Pegiat Sosial Deklarasi Pilkada Serentak

Komunikonten, KPU dan Pegiat Sosial Deklarasi Pilkada Serentak

‎Jakarta, Obsessionnews – Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pegiat Media Sosial melakukan deklarasi dengan mengumpulkan tanda tangan tentang Suksesi Pilkada Serentak yang Damai dan Berkualitas.

Acara Deklarasi dilakukan di Universitas Paramadina disertai dengan diskusi publik, Selasa (27/10/2015). Selain Ketua Umum KPU, Husni Kamil Manik, hadir juga Marbawi Direktur Eksekutif Inspire, Enda Nasution, Founder Sebangsa.com dan Noudhy Valdryno dari Digital Strategist.

Direktur Eksekutif Komunikonten, Harico Wibawa Satria mengatakan, deklarasi ini bertujuan, meningkatkan kontribusi pengguna media social dalam menciptakan Pilkada serentak yang dalam dan berkualitas, serta memperkuat komitmen pengguna media sosial agar tidak melakukan fitnah, kampanye hitam dan hal-hal yang bertentangan dengan aturan atau norma yang berlaku.

“Menyampaikan pesan kepada seluruh pengguna tim suskes media sosial para calon kepala daerah agar terus menjaga menjaga keamanan dan meningkatkan kualitas Pilkada serentak. Intinya kesuksesan Pilkada 2015 menjadi tanggung jawab, apalagi pengguna media sosial,” tuturnya.

‎Menurut Rico, dengan adanya kebebasan bagi calon kepala daerah dalam berkampanye di dunia sosial, mestinya semua calon menggunakannya Medsos untuk berkampanye secara santun. Sebab, kampanye hitam hanya akan menghancurkan dirinya dan daerahnya.

“Jika tim kampanye kandidat itu melakukan kampanye hitam di media sosial, maka bukan perbaikan yang dihadirkan, tetapi kerusakan yang diciptakan. Dengan kata lain, belum menjadi pemimpin saja, sudah melakukan kerusakan,” jelasnya.

Lebih lanjut Rico menjelaskan, sukses dan tidaknya Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang juga akan berpengaruh kepada semua sektor. Terlebih 1 Januari 2016 Indonesia akan memasuki pasar bebas ASEAN, apabila Pilkada penuh dengan kekacauan maka akan perburuk situasi ekonomi nasional.

“Jika Pilkada serentak ribut, Indonesia tidak akan fokus bersaing di ASEAN, kita tidak ingin begitu. Fitnah dan kampanye hitam itu merusak Sumpah Pemuda, merubuhkan NKRI,” jelasnya.

Alumnus Pascasarjana jurusan Diplomasi Universitas Paramadina ini menambahkan, dulunya orang bisa menjadi penikmat konten media. Namun, sekarang di era digital semua orang sudah memiliki medianya masing-masing. Tantangannya adalah mampukah semua pihak menyajikan konten yang baik dan benar. ‎”Semua orang adalah kantor berita,” imbuhnya.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.