Senin, 29 November 21

Komponen Otomotif dan Perkapalan Sulit Capai Standarisasi

Komponen Otomotif dan Perkapalan Sulit Capai Standarisasi
* Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat.

Jakarta, Obsessionnews.com– Era globalisasi semakin merasuki industri nasional. Seiring perkembangannya Indonesia secara tidak langsung dituntut untuk menghadapinya. Salah satunya dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk negeri guna memenangkan persaingan pasar global.

“Perindustrian dan standar merupakan satu bagian. Apalagi Kemenperin punya tugas di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sampai tahun 2019 bahwa industri harus berdaya saing,” kata Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat melalui keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Rabu (9/11/2016).

Syarif menuturkan saat ini terdapat dua komponen yang sulit mencapai efisiensi dan standarisasi tinggi ,yaitu otomotif dan perkapalan.

“Karena melalui standar akan lebih efisien untuk memproduksinya. Untuk itu pemerintah punya kepentingan untuk penerapan standardisasi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, penerapan SNI harus dilakukan dengan koordinasi kuat dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran dan membangun budaya standar di masyarakat Indonesia.

Pasalnya, standar dan penilaian kesesuaian pada produk menjadi cara untuk menyaring derasnya produk impor yang masuk ke pasar domestik. Tak hanya itu juga dapat melindungi konsumen dari bahaya keamanan, kesehatan, keselamatan serta kelestarian lingkungan.

“Sesuai dengan amanah dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa negara harus melindungi segenap bangsa Indonesia, maka peran standardisasi dan penilaian kesesuaian menjadi sangat penting dan akan menjadi sebuah keharusan menerapkannya di masa yang akan datang,” paparnya.

Sementara Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan SNI dengan menyesuaikan kebutuhan para pemangku kepentingan.

“Kami terus mengembangkan SNI dan sistem penilaian kesesuaian yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan sehingga tercipta produk nasional yang berdaya saing, mendunia dan sekaligus membanggakan,” tuturnya. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.