Selasa, 6 Desember 22

Komitmen yang Kuat Jadi Kunci Kerja Sama Indonesia-Jepang

Komitmen yang Kuat Jadi Kunci Kerja Sama Indonesia-Jepang
* Kerja sama Indonesia dengan Jepang. (foto: dok Kementerian PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.comKerja sama Indonesia-Jepang telah berlangsung lama dan terus berkembang termasuk dalam bidang infrastruktur. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, komitmen dan kepercayaan yang kuat menjadi kunci terjalinnya kerja sama yang baik antara kedua negara yang telah menjalin 60 tahun hubungan diplomatik (1958-2018).

“Orang Jepang sangat menghargai komitmen, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kerja sama. Semuanya sangat terperinci,” ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Jumat (23/11/2018).

Selain itu mereka juga sangat menghargai hubungan personal, sehingga sangat penting untuk menjaga kepercayaan serta kredibilitas. “Dengan menjaga prinsip tersebut, insya Allah hubungan Indonesia – Jepang akan lebih baik menuju kerja sama yang unggul dan berdaya saing, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia,” tuturnya.

Kerja sama Indonesia-Jepang khususnya dengan Kementerian PUPR tidak hanya semakin kuat saja, namun juga semakin luas ke sektor lainnya. “Awalnya kerjasama dengan Pemerintah Jepang yang dimulai sejak tahun 1968 lebih banyak pada pembangunan infrastruktur sumber daya air yang difokuskan pada empat bidang,” ungkap Basuki.

Keempat bidang tersebut, yakni Pengembangan dan Pengelolaan Sumberdaya Air (Water Resources Development & Management), Pengurangan Risiko Bencana Banjir (Flood Disaster Risk Reduction), Pengurangan Risiko Bencana Akibat Lahar (Sediment-Related Disaster Risk Reduction), dan Konservasi Pantai (Beach Conservation).

bendungan

Dia menjelaskan, kerja sama dimulai pada pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, dengan konsep pengembangan irigasi lewat pembangunan Bendungan Sutami (1968-1973) yang dikerjakan secara swakelola di bawah bimbingan tenaga ahli Jepang.

“Sehingga banyak menghasilkan banyak tenaga ahli bendungan pada saat itu,” ujar Basuki.

Kerja sama tersebut juga berkontribusi pada lahirnya Perum Jasa Tirta 1 sebagai badan pengelola DAS Brantas, berdirinya PT. Brantas Abipraya dan PT. Indra Karya sebagai BUMN jasa konstruksi dan konsultansi bidang sumber daya air.

Dalam kerja sama pengembangan DAS Brantas, beberapa bendungan lain dibangun seperti Bendungan Selorejo (1963-1972), Wlingi (1972-1979), Lahor (1972-1977), Wlingi-Wlingi (1972-1979), Bening (1977-1984), Lodoyo (1978-1983), Lengkong (1971-1973, Wonorejo (1993-2002).

Kerja sama pembangunan bendungan dilanjutkan pada Bendungan Wonogiri (1976-1983) yang berada di DAS Bengawan Solo, Bendungan Bili-Bili (1992-2006) di DAS Jeneberang, dan Bendungan Batutegi (1992-2007) di DAS Way Sekampung. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.