Sabtu, 16 Oktober 21

Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja KPK

Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja KPK

Jakarta, Obsessionnews – Setelah mendengar ke‎terangan dari mantan Sekjen PDI-Perjuangan Tjahjo Kumolo dan mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjojanto dalam rapat dengan pendapat Senin (16/2/2015), Komisi III DPR RI sepakat membentuk panitia kerja (Panja) untuk mendalami dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin mengatakan, setelah rapat dengan Tjahjo dan Andi selesai, pihaknya langsung mengelar rapat pleno secara tertutup pukul 03.00 WIB. Rapat tersebut untuk membahas sikap Komisi III dan hasilnya diputuskan DPR akan membentuk Panitia Kerja (Panja).

“Tadi disepakati dalam pandangan fraksi-fraksi kepada unsur pimpinan dalam hal ini Pak Trimedya Pajaitan untuk menyiapkan konsep membentuk panja. Jadi, pak Trimedya dalam waktu dekat akan menyiapkan proposal membentuk panja,” ujarnya di DPR.

Aziz mengatakan, setelah panja itu terbukti maka tidak menutup kemungkinan, DPR akan segere memanggil Abraham, guna dikonfrontrir keteranganya dengan ‎dengan Pelaksana Tugas Sekjen PDI-P perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyebut Abraham telah melakukan pelanggaran kode etik dengan ikut bermain politik praktis.

‎”Ya ini lagi dibahas dalam pleno komisi III, namun lagi dipersiapkan materi-materi yg disinkronkan keterangan saudara Zaenal Tahir, saudara Tjahjo Kumolo, dan Pak Supriansa,”‎terangnya.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, Panja yang akan dibentuk DPR itu berbeda dengan Komite Etik. Panja itu kata dia, menjadi kewenangan DPR, sedangkan Komite Etik menjadi kewenangan KPK. Aziz berharap pada masa sidang ketiga pembentukan panja sudah bisa terlaksana.

‎Dalam pertemuannya dengan Komisi III Tjahjo mengakui dirinya pernah bertemu dengan Abraham di Apartemen Pasific Place Jakarta pada bulan April. Namun, ia membantah pertemuan itu membahas mengenai keinginan Abraham menjadi menjadi calon presiden, seperti yang diungkapkan oleh Hasto.

Menurutnya, pertemuan dengan Abraham saat itu juga dihadiri oleh Hasto. Pertemuan yang yang berlangsung 45 meniti itu kata Tjahjo hanya membahas mengenai para caleg yang dimungkinkan tidak bisa dilantik sebagai anggota dewan lantaran terjerat kasus korupsi. Tjahjo menegaskan, urusan capres sudah menjadi pembahasan khusus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.