Selasa, 26 Oktober 21

Komisi III DPR: tak Hadir Tiga Kali, BG Bisa Dijemput Paksa

Komisi III DPR: tak Hadir Tiga Kali, BG Bisa Dijemput Paksa

Jakarta, Obsessionnews – Pada pemanggilan pertama oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (30/1/2015), calon Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG) tidak hadir alias mangkir. ‎BG tidak mau memenuhi panggilan KPK lantaran menganggap surat dari KPK tidak jelas.

‎Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI Asrul Sani mengatakan, wajar jika Budi tidak hadiri dalam pemanggilan pertama karena ada alasan-alasan tertentu. Namun, tetap perlu diingat bahwa seorang tersangka hanya diberi waktu tiga kali pemanggilan, jika dalam pemanggilan ketiga Budi tetap tidak hadir maka penyidik berhak menjemput paksa.

“Kalau nggak hadir pada pemanggilan pertama nggak masalah. Kesepakatanya kalau tiga kali nggak hadir penyidik bisa gunakan diskresi atau kebijakannya penjemput paksa,” tegasnya di DPR, Jakarta, Jumat (30/1/2015).

‎Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu sebenarnya tidak mempersoalkan alasan BG mangkir dari panggilan KPK. Sebab, BG saat ini tengah mengajukan pra pradilan di Pengadilan Negeri. Menurutnya, KPK bisa menunggu dulu putusan dari pengadilan apakah proses gugatan itu diterima atau tidak.

‎”Tidak ada salahnya juga untuk tunggu apa putusan pra peradilan, karena putusan pra peradilan akan keluar dalam waktut satu minggu sejak sidang pertama dilaksanakan, sidang pertama BG Senin 2 Februari jadi kita  pra peradilan kalau itu diterima berarti status tersangka BG selesai, kalau ditolak berarti lanjut,” paparnya.

Asrul meminta publik untuk menghormati keputusan BG untuk tidak hadir. Jika memang dirasa diperlukan lagi keterangan, penyidik tinggal mengirimkan surat panggilan kedua untuk BG. Lebih lanjut ia mengatakan, yang penting dalam penyelesaian kasus ini proses hukum harus tetap berjalan. (Albar)

Related posts