Kamis, 2 Desember 21

KoinHoki Dukung Ahok Maju Lewat Jalur Independen

KoinHoki Dukung Ahok Maju Lewat Jalur Independen
* Duet Ahok-Heru di Pilkada DKI Jakarta 2017 yang diusung Teman Ahok.

Jakarta, Obsessionnews.com – Desakan  dari berbagai elemen masyarakat agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  maju di Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen atau perseorangan terus menguat. Semakin derasnya dukungan itu dipicu oleh pernyataan Ahok yang memilih tetap bersama relawan Teman Ahok dalam acara syukuran sejuta KTP di Jakarta, Minggu (19/6/2016).

“Teman Ahok enggak mudah kumpulkan 1 juta KTP. Kalau saya disuruh pilih, pilih Teman Ahok tapi gagal jadi gubernur atau jadi gubernur tapi tinggalkan Teman Ahok? Saya pilih gagal jadi gubernur saja,” kata Ahok ketika itu.

Para relawan pemantau demokrasi Koalisi Indonesia Hoki (KoinHoki) dalam sebuah diskusi di Jakarta.
Para relawan pemantau demokrasi Koalisi Indonesia Hoki (KoinHoki) dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Salah satu elemen masyarakat yang mendukung Ahok maju lewat jalur independen adalah relawan pemantau demokrasi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hoki (KoinHoki). Berikut pernyataan sikap KoinHoki yang diterima Obsessionnews.com, Rabu ( 22/6/2016):

Kami mendukung pernyataan Ahok tersebut. Menurut kami, Ahok lebih baik maju melalui jalur perseorangan (independen) daripada jalur partai politik (parpol), karena:

  1. Orang-orang yang jujur dan hebat harus bisa muncul tanpa HUTANG POLITIK kepada parpol. Dengan memilih jalur ini, Ahok hanya punya hutang politik kepada warga. Dampak lanjutannya adalah menginspirasi dan mendorong generasi muda untuk berani tampil memimpin daerah dari jalur independen.
  2. Sejuta penyetor KTP dukungan akan setuju dan SOLID berjuang jika Ahok tetap memilih jalur independen. Sebaliknya, jika Ahok memilih jalur parpol, maka kekuatan sejuta dukungan tersebut akan terpecah belah. Sebagian akan kehilangan semangat, dan sebagian sudah mengancam akan kembali golput. Oleh karena itu, kami meminta Ahok agar mewaspadai anasir-anasir yang hendak memecah belah kekuatan kita.
  3. Mengenai kekhawatiran akan adanya gejolak dan kisruh dengan DPRD setelah terpilih nanti, masalahnya hanyalah soal mau kompromi atau tidak dengan mental korup oknum-oknum DPRD. Diusung oleh parpol ataupun tidak, gejolak dan gonjang-ganjing tak terhindarkan jika mental korup oknum-oknum tersebut tidak berubah. Jadi, masalahnya bukanlah pada jumlah kursi dukungan di DPRD.

Demikian pernyataan sikap kami untuk mendukung sikap Ahok yang lebih takut kehilangan kepercayaan anak-anak muda daripada parpol.)

Pada akhirnya, kita semua berharap upaya kita akan mengembalikan kepercayaan publik kepada pemimpin daerah yang bersih dan bekerja nyata tanpa titipan kepentingan parpol.

Jakarta, 22 Juni 2016

Aktivis Koalisi Indonesia Hoki: Darsum, Zmith, Alimudin,Oscar
Baskoro, Halim, Timotius

KTP Ahok-Heru Libas 11 Parpol

Seperti diketahui Ahok tidak menjadi kader partai apapun setelah angkat kaki dari Partai Gerindra pada tahun 2014. Ia memutuskan maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen dan menggandeng Heru. Duet Ahok-Heru yang diusung relawan Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3) lalu.

Ahok-Heru membutuhkan dukungan sejuta KTP untuk maju lewat jalur independen. Penggalangan KTP dilakukan sejak Jumat (11/3). Dan secara mengejutkan perolehan KTP hingga Minggu (19/6) melampaui target, yakni 1.024.632. Jumlah KTP akan terus bertambah, karena Teman Ahok masih memberi kesempatan kepada masyarakat memberikan KTP-nya hingga 3 Juli mendatang.

Perolehan KTP tersebut merupakan bukti keseriusan teman Ahok menjawab tantangan Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Ahok pernah mengatakan tidak mau bertemu dengan Teman Ahok sebelum terkumpul sejuta KTP.

Bukan hanya mampu menjawab tantangan Ahok,jumlah KTP tersebut juga sukses melibas  perolehan suara 11 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 di DKI. Yakni, PKPI  yang memperoleh 42.217 suara, PBB (60.759 suara), PAN (172.784 (suara), Nasdem (206.117 suara), PKB (260.159 suara), Hanura (357.006 suara), Partai Demokrat  ( 360.929 suara), Golkar (376.221 suara),  PKS (424.400 suara), PPP (452.224 suara), dan Partai Gerindra (592.568 suara). Tinggal sebuah parpol yang masih di atas perolehan KTP untuk Ahok-Heru, yakni PDI-P  yang meraih 1.231.843 suara.

Peluang untuk mengalahkan PDI-P masih terbuka lebar. Pasalnya, Teman Ahok memberi kesempatan kepada masyarakat memberikan KTP-nya hingga 3 Juli mendatang.

Selain didukung Teman Ahok, Ahok juga didukung Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Golkar. Ketiga partai ini memiliki total 24 kursi di DPRD DKI dengan rincian Nasdem 5 kursi, Hanura (10), dan Golkar (9). Kursi yang dimiliki ketiga partai itu cukup mengusung calon gubernur dari jalur partai, karena persyaratan calon gubernur di DKI minimal didukung 22 kursi.

Kendati demikian Ahok tetap pada keputusannya, yakni maju melalui jalur independen. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Habiburokhman Terjun dari Monas, Rakyat Jakarta Gelar Syukuran

Habiburokhman: Ahok Bisa Jadi Tersangka Kasus Reklamasi

Gerindra Tidak Percaya Ahok Peroleh Sejuta KTP

Woow! #SejutaTemanAhok Jadi ‘Trending Topic’

KTP Ahok-Heru Sukses Kalahkan 11 Parpol

Ahok Sudah Bertekad Bulat Maju Lewat Jalur Independen

Sore Nanti Teman Ahok Syukuran Sejuta KTP

Ahok Galau, Pilih Jalur Independen atau Partai?

Teman Ahok Bantah Terima Dana Rp 30 Miliar dari Pengembang Reklamasi

Golkar Resmi Dukung Ahok

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.