Kamis, 24 Juni 21

KNPI Jatim Apresiasi Kinerja Wamendag dalam Pemulihan Ekonomi di Jatim

KNPI Jatim Apresiasi Kinerja Wamendag dalam Pemulihan Ekonomi di Jatim
* Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga melakukan kunjungan kerja di Jatim. (Foto: Pribadi)

Surabaya, Obsessionnews.com – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia KNPI Jawa Timur (Jatim) Achmad Fajar Ridwan Hisjam memberikan apresiasi kepada kepada Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga dalam usahanya mempercepat pemulihan ekonomi di Jatim di masa pandemi Covid-19.

Langkah itu dibuktikan dengan adanya kunjungan kerja Wamendag Jerry Sambuaga di sejumlah kabupaten di Jatim, seperti Jember, Bondowoso, dan hari ini melakukan kunjungan di Lamongan, dan Tuban untuk meninjau gudang SRG (Sistem Resi Gudang).

“Gudang SRG di sejumlah kabupaten di Jatim ini sempat mangkrak. Wamendag tadi menyampaikan siap membantu mencarikan pengelola jika Pemda tidak bisa. Selain itu Kemendag juga mencarikan pasar untuk komoditas yang masuk ke gudang SRG,” kata Fajar, Kamis (10/6/2021).

Komitmen pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi para petani maupun pengusaha komoditas untuk mengembangkan usahanya melalui pergudangan, menurut Fajar harus didukung semua pihak.

“Ini adalah bagian dari itikad baik dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendag untuk masyarakat Jatim. Karena itu harus kita dukung,” ucap Fajar yang juga menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro Jatim ini.

Fajar menyatakan, keberadaan SRG terbukti dapat membantu para petani dalam menyimpan komoditas, utamanya saat harga sedang anjlok saat musim panen. “Saya juga mengapresiasi kepada Wakil Gubenernur Jatim yang ikut mendukung program dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sebelumnya, saat berkunjunh ke Bondowoso, Jerry Sambuaga mengatakan, pihaknya ingin memastikan SRG Besuk tetap berjalan optimal. Paling tidak, petani bisa menyimpan komoditas selama 3 sampai 6 bulan.

“Petani pun mengalami kerugian tatkala harga komositas turun. Solusinya, komoditas bisa disimpan dulu di SRG, lalu dijual kembali saat harga sedang naik atau disebut dengan instrumen tunda jual,” katanya, Sabtu (5/6/2021).

Ia melanjutkan, dalam kunjungan kerja ini akan disampaikan juga sebuah informasi mengenai akses pembiayaan bagi petani ketika menyimpan komoditasnya di SRG.

Para petani nantinya akan mendapat uang pinjaman dari bank yang sudah bekerjasama dengan pemerintah dalam pengelolaan SRG.

“Para petani mendapat kwitansi ketika menyimpan komoditas di SRG. Kemudian, kwitansi itu diberikan ke bank. Pihak bank akan memberikan sejumlah uang sebagai pinjaman. SRG sangat multifungsi,” jelasnya.

Ia menyebut, ada 20 jenis komoditas yang bisa disimpam di SRG. Di antaranya seperti kopi, kakao, gula pasir dan bawang merah.

“Pelaksanaan SRG kewenangan pemerintah daerah. Sedangkan pemerintah pusat memberikan fasilitas. Oleh sebab itu, perlu dukungan pemprov dan pemkab. Sosialisasi ke para petani juga perlu agar tak ragu memanfaatkan SRG,” pungkasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.