Senin, 4 Juli 22

Klinik Ekspor Bea Cukai Tingkatkan Usaha Pelaku UMKM

Klinik Ekspor Bea Cukai Tingkatkan Usaha Pelaku UMKM
* Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai turut mendorong kinerja ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Klinik Ekspor Bea Cukai. (Foto: Kemenkeu)

Obsessionnews.com – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berperan penting dalam ekonomi Indonesia. Selain merupakan tulang punggung ekonomi nasional, UMKM juga ber peran krusial dalam membantu pemulihan ekonomi. Maka berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk terus memperkuat UMKM. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga turut mendorong kinerja ekspor UMKM melalui program Klinik Ekspor Bea Cukai yang tersebar di beberapa kantor wilayah, salah satunya Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik.

 

Baca juga:

Mantap Nih! Bea Cukai Gresik Realisasikan Desa Kebonagung Ekspor Jeruk Nipis Perdana

Gagalkan Penyelundupan Narkotika, Polda Aceh dan Bea Cukai Berhasil Selamatkan 915 Ribu Jiwa Generasi Muda

Inkubasi LPDB-KUMKM, Perkuat Ekosistem Bisnis Pesantren

Tenant Inkubasi LPDB-KUMKM 2021 Ikuti Ajang Nextrise di Korea Selatan

 

 

Heryanto, Uly Darojah dan Ririn, adalah tiga dari 21 pelaku UMKM yang merasakan manfaat dari Klinik Ekspor. Berkat adanya Klinik Ekspor  mereka amat terbantu dalam memasarkan produk mereka ke pasar luar negeri.

“Alhamdulillah, mulai tahun 2021 kami melakukan pengiriman ekspor ke Jepang, menampilkan produk-produk kami untuk dibuat pameran,” ungkap Heryanto, Ketua Koperasi Kerajinan Rotan Domas, dikutip dari situs Kemenkeu, Rabu (22/6/2022).

Begitu pula dengan Uly dan Ririn. Produk minuman sarang burung walet milik Uly sudah menembus pasar Hongkong dan dalam proses ekspor ke Jepang. Sementara olahan ikan milik Ririn sudah dinikmati oleh warga Malaysia

Selain melakukan sosialisasi, Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik juga memberikan asistensi dalam mengurus persyaratan dan perizinan ekspor.

“Kita sangat di-support semuanya, mulai dari perizinannya, mulai dari awal kita mengurus ide ekspor, buyer, perizinan surat-suratnya, sampai barang itu diterima di buyer,” terang Ririn.

Terbukanya peluang untuk melakukan ekspor membuat pangsa pasar UMKM semakin luas. Ini tentu saja turut berdampak pada omzet yang semakin meningkat.

“Alhamdulillah, Klinik Ekspor ini tidak hanya menjadikan kita punya buyer di luar negeri, tapi pasar domestik kami juga meningkat. Setelah kami ekspor dan legalitas kami semakin lengkap juga turut meningkatkan customer trust. Jadi mereka semakin yakin ‘oh iya bener nih, produk ini bagus’. Omzet di lokal kami meningkat drastis dari yang awalnya hanya area Gresik, Surabaya, Jawa Timur, sekarang kami sudah punya beberapa reseller distributor di Lombok, Bandung, Semarang, dan Bali,” cerita Uly.

Tidak hanya meningkatkan usaha pelaku UMKM, Klinik Ekspor juga turut berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Pada awalnya Uly hanya mempekerjakan satu orang pegawai, tetapi kini ia sudah memiliki 30 orang pegawai. Sementara di Koperasi Kerajinan Rotan Domas kesempatan untuk ekspor ini juga turut mendorong aspek pemberdayaan perempuan sebab mayoritas pengrajin rotannya adalah perempuan, terutama para ibu rumah tangga yang tidak bersuami. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.