Kamis, 5 Desember 19

KLHK Segel 10 Lokasi Karhutla di Kalbar

KLHK Segel 10 Lokasi Karhutla di Kalbar
* Menteri LHK, Siti Nurbaya bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BNPB, Letjen Doni Munardo mengunjungi lokasi kebakaran hutan dan lahan di Riau. (Foto: Dokumen KLHK)

Pontianak, Obsessionnews.com – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyegel 3 lokasi lahan terbakar di areal konsesi PT MSL di Kabupaten Mempawah, PT. TAS dan PT. SPAS Kabupaten Ketapang. Total lahan terbakar yang disegel 200 Hektare (ha).

“Pekan yang lalu, Gakkum KLHK telah juga menyegel lahan terbakar milik 7 perusahaan perkebunan dan HTI,” kata Direktur Jenderal Gakkum Rasio Ridho Sani, Kamis (15/8/2019).

“Saat ini kami sudah memberikan surat peringatan kepada 58 pimpinan perusahaan yang lokasinya terindikasi ada hotspot. Kami telah menugaskan para pengawas, penyidik dan tim SPORC untuk menindak para pembakar lahan. Korporasi yang terlibat karhutla harus dihukum seberat-beratnya,” tambahnya.

Kebakaran lahan di areal konsesi IUPHHK-HTI milik PT. MSL, di Kabupaten Mempawah, mencapai luas 40 ha. Kebakaran lahan di lokasi konsesi PT. TAS, Kecamatan Tanjung Baik Budi, Kabupaten Ketapang mencapai 100 ha. Dan, kebakaran lahan di konsesi PT SPAS, di Kecamatan Sungai Putri, Kabupaten Ketapang, mencapai 60 ha.

“Karhutla sudah terjadi seminggu yang lalu dan masih berlangsung sampai hari ini,” ungkap Komandan Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Kalimantan Barat, Hari Novianto.

Tim Verifikasi Gakkum KLHK memasang papan segel di lahan konsesi perusahaan yang terbakar, sehingga perusahaan tidak bisa memanfaatkan lahan itu untuk aktivitas usaha.

“Kami sudah memanggil wakil 7 perusahaan yang lahannya sudah disegel sebelumnya untuk meminta klarifikasi terkait adanya kebakaran di areal perusahaan-perusahaan itu,” jelasnya.

Beberapa waktu yang lalu, penyidik KLHK menetapkan UB sebagai tersangka pembakar lahan seluas 270 ha di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Balai Gakkum KLHK Kalimantan melalui fasilitas intelligence room di Pontianak setiap saat selama 24 jam per hari, 7 hari per minggu, memantau titik api dan kebakaran hutan dan lahan terutama di areal perizinan perkebunan kelapa sawit, IUPHHK-HTI, dan IUPHHK-HA, di Kalimantan Barat.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi menyatakan bahwa Informasi Hotspot dari pantauan Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ?80% tanggal 13 Agustus 2019 pada pukul 20.00 WIB di Provinsi Kalimantan Barat terpantau sebanyak 18 titik di Kabupaten Sanggau, Landak, Kapaus Hulu, Ketapang, Kubu Raya.

Sedangkan Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 – ? 79 % per jam 20.00 WIB di Provinsi Kalimantan Barat, terdapat sebanyak 54 titik di Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Pontianak, Sambas, Sanggau, Sintang, sehingga perusahaan dan masyarakat masih perlu pencegahan terjadinya kebakaran lahan miliknya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.