Jumat, 2 Desember 22

KKP Terus Dorong Ikan Tuna Indonesia Masuk Pasar International

KKP Terus Dorong Ikan Tuna Indonesia Masuk Pasar International

Jakarta, Obsessionnews– menjadi strategi dalam pangsa pasar internasional, Ikan jenis Tuna menjadi salah satu komoditas utama Indonesia. Tentu jenis ikan tersebut diperlukan pengelolaan yang baik terlebih dari hulu ke hilir guna menjawab permintaan pasar dan serta menjaga habitatnya yang saat ini menjadi tugas fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Penyelenggaran 2nd Bali Tuna Conference (BTC-2) dan 5th International Coastal Tuna Business Forum (ICTBF-5)pada 19-20 Mei 2016 mendatang menjadi salah satu komitmen KKP agar tuna tetap lestari. Terkait penyelenggaraan kegiatan ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yakin dan percaya bahwa Indonesia akan memberikan kontribusi yang siginifikan dalam mencapai tujuan umum pengelolaan tuna secara global.

Sebab untuk diketahui, Indonesia menjadi salahsatu negara dengan produsen tuna terbesar di dunia yang saat ini telah memasok lebih dari 16 persen dari hasil tangkapan tuna guna produksi tuna global. Secara keseluruhan, total produksi rata-rata mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun.
Ikan Tuna Terancam Menipis di Kelautan Indonesia

Meski menjadi produsen Ikan Tuna terbesar di dunia, KKP memperkirakan sudah sekitar sepertiga persediaan tuna di alam ditangkap secara berlebihan, dan hanya duapertiga saja yang ditangkap guna kelestarian sumber daya tuna.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Narmoko Prasmadji mengatakan, Indonesia kini tengah menghadapi tantangan baru dengan kekayaan laut yang berlimpah khususnya dalam produksi tuna. Saat ini tuna sudah sangat tereksploitasi yang dapat berdampak buruk bagi kelangsungan sumberdaya dan habitat tuna.

Walau begitu, dari sudut perdagangan dan permintaan pasar, Narmoko menuturkan permintaan produk tuna tetap tinggi yang dapat mengakibatkan kapasitas hasil tangkapan yang berlebih signifikan dari armada penangkapan tuna yang ada (SOFIA, 2014). Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dibuat rencana pengelolaan tuna yang efektif untuk mencegah tingkat kerusakan lebih lanjut.

Untuk membahas hal tersebut acara 2nd Bali Tuna Conference (BTC-2) dan 5th International Coastal Tuna Business Forum (ICTBF-5) pada 19 – 20 Mei 2016 di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Bali yang berkerjasama dengan Ditjen Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan dan International Pole and Line Foundation (IPNLF) diharapkan mampu menghasilkan solusi agar ikan Tuna tetap mampu mengcover serta tetap lestari di kelautan Indonesia.

“Diharapkan terbangun sinergi kebutuhan untuk pemenuhan persyaratan pasar produk perikanan tuna dan tindakan pengelolaan yang perlu dilakukan mulai dari tingkat hulu sampai hilir. Selain itu, juga dapat mempromosikan upaya pengelolaan tuna Indonesia yang saat ini dilakukan pada tingkat nasional kepada stakeholder perikanan tuna luar negeri,” Tutup Narmoko, Rabu (18/5/2016). (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.