Jumat, 21 Juni 19

Kivlan dan Marati Bukan Dalang Utama, Neta S Pane Sebut Keluarga Cendana

Kivlan dan Marati Bukan Dalang Utama, Neta S Pane Sebut Keluarga Cendana
* , Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane. (Foto; Top Metro)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kepolisian telah mengekspos jejaring kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 serta rencana pembunuhan empat tokoh. Berdasarkan pengakuan tersangka pelaku kerusuhan mereka disuruh melakukan kejahatan itu oleh Kivlan Zen. Namun Kivlan tidak sendirian ada penyokong dana di balik itu.

 

Baca juga:

Sudah Diketahui, Dalang Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional Segera Diungkap

Iwan Fals Desak Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan Aksi 22 Mei

Mengenal Sosok Habil Marati, Politisi PPP Penyokong Dana Kerusuhan 22 Mei

 

Dalam paparan di kantor Kemenko Polhukam, pada Selasa (11/6/2019), Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menyatakan asal dana untuk membiayai rencana pembunuhan ini dikucurkan oleh politikus PPP Habil Marati. Dari Habil uang itu diberikan kepada Kivlan sebesar SGD 15.000.

Oleh Kivlan uang tersebut diteruskan ke H Kurniawan alias Iwan. Iwan kemudian membelanjakan sebagian uang tersebut untuk membeli dua senpi laras panjang dan senpi laras pendek yang didapatkan dari Adnil dan Asmaizulfi. Senjata itu akan digunakan untuk membunuh empat tokoh.

Empat tokoh itu yakni Menkopolhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan staf khusus presiden bidang keamanan Gories Mere. Serta pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya. Namun Istana Pastikan Dalang Belum Diungkap. Polisi masih menelusuri aliran uang dan pola komunikasi Habil Marati.

 

Baca juga:

Aksi Kerusuhan 22 Mei, Upaya Makar yang Gagal

Ngeri! Perusuh 22 Mei Rencana Bunuh 4 Tokoh Nasional dan Pimpinan Lembaga Survei

Mustofa Nahra, Relawan Prabowo-Sandi Jadi Tersangka Hoax Rusuh 22 Mei

 

“Ini masih proses, hanya memakan waktu. Yang kemarin yang dikenalin lebih dalam adalah bagaimana asal-usul senjata. Selanjutnya nanti akan maju lagi siapa sih sesungguhnya yang berada di balik ini semuanya,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Moeldoko menyebutkan masih ada kemungkinan keterlibatan pihak selain Kivlan Zen. “Jadi kemarin belum sampai ke dalang kerusuhannya, kemarin lebih mengungkap asal-usul senjata dan mau dipakai apa senjata itu,” imbuhnya.

Dalam dialog Prime Talk di Metro TV Rabu (12/6) malam, Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) menyebut dalang besar rusuh 21-22 Mei lalu adalah Keluarga Cendana. Seperti yang diketahu, istilah ‘Keluarga Cendana’ merujuk kepada kalangan dekat keluarga Presiden RI selama Orde Baru, Soeharto.

Neta mengawali pernyataannya dengan mengatakan bahwa dalam penyelidikan dan pengungkapan di media, pihak kepolisian baru mengungkap orang-orang lapangan, namun dalang kerusuhan belum dijelaskan secara terang benderang.

 

Baca juga:

Dosen UGM Kirim Pesan Damai Pasca Aksi 22 Mei

Pelaku Kerusuhan Aksi 22 Mei Perhari Dibayar Rp300 Ribu

Polisi Belum Temukan Penyandang Dana Kerusuhan 22 Mei

 

Dalam pengertiannya, dalang yang baru disentuh adalah dalang yang membiayai, tetapi baru satu orang yaitu Habil Marati. Neta mengatakan bahwa masih ada satu orang berinisial TS yang belum disentuh oleh pihak kepolisian. TS yang dimaksud merujuk pada keluarga Cendana. Namun ia tidak menyebut nama lengkapnya.

Dari pernyataan-pernyataannya, Neta lantas menyebutkan bahwa “off the record keluarga cendana lah. Big dalang,” ujar Neta. Neta lantas menjelaskan bahwa niat dari dalang besar hanya untuk membuat bargaining karena tidak akan mampu membuat chaos disebabkan karena alat yang digunakan adalah preman. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.