Rabu, 26 Februari 20

Kisah ‘Robin Hood Indonesia’ yang Pernah Gegerkan Jakarta

Kisah ‘Robin Hood Indonesia’ yang Pernah Gegerkan Jakarta
* Aktor kawakan Indonesia Johny Indo sebelum meninggal. (Foto: kapanlagi.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dunia hiburan baru-baru ini sedang berduka. Kabar duka tersebut datang dari aktor kawakan Indonesia, yakni Johny Indo.  Johny Indo menghembuskan nafas terakhirnya pada 07.45 WIB, Minggu (26/1/2020). Johny Indo meninggal di usia 72 tahun.

Dilansir dari Wikipedia, Johny awalnya dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta dan sekitarnya pada era 1970-an yang dilakukan pada siang hari bersama kelompoknya Pachinko (Pasukan China Kota). Aksi paling terkenal Johnny yang sempat menggegerkan Jakarta adalah merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979.

Baca juga: Akhirnya Kedua Keluarga Sepakat Johny Indo Dimakamkan Secara Muslim

Johny Indo berhasil ditangkap di Sukabumi setelah kelompok Pachinko lebih dulu ditangkap.  Johny Indo kemudian dijatuhi hukuman penjara 14 tahun dan dijebloskan ke penjara Nusakambangan. Namun baru tiga tahun menjalani hukuman, ia dan gerombolannya berusaha melarikan diri dari Nusa Kambangan, tetapi kemudian ia berhasil ditangkap setelah bertahan selama 12 hari.

Robin Hood Indonesia

Sosok bos gangster sekaligus penjahat budiman ala Robin Hood Indonesia ini memiliki nama lengkap Yohanes Herbertus Eijkenboom atau populer dengan sebutan ‘Johny Indo’. Lahir di Garut, 6 November 1948. Spesialisasi Johny Indo beserta kelompoknya merampok toko emas milik orang asing yang kaya raya dan semuanya dilakukan pada siang hari.

Aksi paling menggegerkan adalah saat dia bersama komplotannya merampok toko emas di Cikini. Saat itu, dia bersama kelompoknya melakukan perampokan dengan bersenjata lima pucuk pistol, sebuah granat, dan puluhan butir peluru.

Selama kurun waktu 10 tahun dia beraksi, mulai dari tahun 1970 – 1980, Johny Indo berhasil mengumpulkan sekitar 129 kilogram emas dan membagi-bagikannya ke masyarakat miskin. Hal inilah yang membuat dirinya mendapatkan julukan Penjahat Budiman atau Robin Hood.

Johny Indo akhirnya tertangkap di Sukabumi dan divonis hukuman 14 tahun penjara. Selain itu ia dijebloskan ke penjara dengan keamanan super ketat di pulau Nusakambangan. Kisah fenomenal Johny Indo tidak berhenti sampai disitu. Bersama 14 tahanan lainnya, Johny Indo sempat mecoba untuk melarikan diri dari Nusakambangan. Namun Nusakambangan masih mampu menjaga reputasinya sebagai penjara paling ‘mematikan’ di Indonesia. Johny Indo menyerah setelah bertahan 12 hari di alam liar Nusakambangan.

Selain itu, 11 tahanan yang ikut melarikan diri bersama dengannya, tewas dan sisanya berhasil ditangkap tidak jauh dari area Nusakambangan. Kisah pelarian ini sempat diangkat pula ke layar lebar dalam film Johny Indo pada 1987, Johny Indo sendiri menjadi pemeran utamanya.

Dalam melakukan aksinya, Johny Indo sangat pantang untuk melukai korbannya. Hidup dipenjara membuat dirinya banyak belajar dan mengevaluasi diri. Setelah bebas, Johny Indo menjadi seorang mualaf dan tinggal bersama keluarganya di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Ia pun menjalani kehidupannya dengan berdakwah, sebuah jalan hidup yang hampir mirip dengan kisah Sunan Kalijaga yang dia baca saat masih kecil. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.