Minggu, 25 Oktober 20

Kisah Penumpang Lion Air yang Jengkel Alami Delay

Kisah Penumpang Lion Air yang Jengkel Alami Delay

Jakarta, Obsessionnews – Penerbangan pesawat Lion Air mengalami delay  dalam waktu lama, merugikan penumpang. Sejumlah wartawan Obsessionnews yang menyelidiki penerbangan Lion Air, mencoba naik pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta pada hari Minggu (22/2/2015) siang, untuk beberapa daerah tujuan. Ada yang ke Semarang, Pontianak, Mataram NTB, dan lainnya.

Para wartawan Obsessionnews yang menyamar sebagai penumpang itu harus menunggu berjam-jam hingga malam, baru diberangkatkan Lion Air akibat delay. Maklum, data Angkasa Pura II menyebutkan, dari Rabu (18/2) sampai Minggu (22/2), ada 811 penerbangan Lion Air yang mengalami penundaan jadwal.

Dalam peraturan Menteri Perhubungan No. 77/2011, hak-hak penumpang yang harus dipenuhi maskapai apabila terjadi penundaan penerbangan, yakni pengembalian tiket atas tiket yang sudah memiliki boarding pass dan pemberian dana kompensasi Rp 300.000 per penumpang bagi penundaan yang telah mencapai di atas 4 jam.

Wartawan Obsessionnews, Yusuf, yang berangkat ke Semarang harus menunggu keberangkatan pesawat Lion Air dari Bandara Soekarno-Hatta. Namun, ia mengaku semua penumpang di pesawat dikasih makanan kecil dan dikasih uang kompensasi sebesar Rp300 ribu. “Saya tanya-tanya kepada para penumpang di Terminal 1 C tidak ada yang berangkat dari siang sampai sore sesuai jadwal, baru berangkat malam,” jelasnya.

Sementara itu, wartawati Obsessionnews, Yulianingsih yang hendak berangkat menuju Mataram (NTB), mengaku sempat berseteru dengan petugas lion Air di Bandara Soekarno-Hatta akibat ketahuan mengambil gambar kerisuhan aksi protes penumpang Lion Air yang mengalami delay beberapa jam.

“Saya baru saja berseteru dengan petugas informasi untuk pesawat Lion Air karena saya mengambil gambar aksi protes dari penumpang Lion Air dengan tujuan Denpasar (Bali) yang memang seharusnya jadwal keberangkatan jam 17.55 menjadi tidak menentu,” ungka Yuli, Minggu malam.

“Setelah saya wawancarai penumpang yang bernama Bapak I Warna, menurut tiket yang saya lihat, beliau mengaku mendapat konfirmsi dari bagian informsi bahwa tiba-tiba nomor penerbangan diganti dari Jt 0016 berubah ke Jt0016,” kisah Yuli.

Untuk memantau kejadian tersebut, Yuli pun berusaha mendapatkan keterangan dari petugas. “Malah saya diajak debat dan membawa saya ke ruang boarding past. Setelah itu petugas mengambil handpond saya dan menghapus semua gambar-gambar yang telah saya ambil,” ungkap wartawati Obsesionnews ini

“Bahkan, dalam perdebatan kami yang hampir 20 menit itu petugas yang berkaca mata sempat mengancam untuk tidak memberangkatkan saya ke daerah tujuan,” beber Yuli pula.

Wartawan Obsessionnews, Ahmad Saufi, yang hendak berangkat ke Pontianak, juga melihat penumpang kecewa terhadap delay penerbangan Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta. Ia yang akan menaiki Lion Air dengan nomor penerbangan JT0718 tujuan Jakarta – Pontianak, Minggu (22/2), mengalami penundaan keberangkatan (delay) selama berjam-jam di Bandara Soekarno-Hatta.

Penerbanganyang awalnya boarding pukul 18.50 WIB ternyata ditunda menjadi pukul 21.30 WIB. Hal ini dikarenakan gangungan teknis penerbangan yang tidak bisa spesifik dijelaskan oleh petugas informasi dibandara kepada wartawan Obsessionnes.com ini.

Delay yang berlangsung lama tersbeut, membuat penumpang gerah dan hanya di beri 2 buah snack tanpa air minum. “Penumpang yang berjumlah 258 orang tersebut, rela berjam-jam menunggu pesawat, penumpang tersebut di dominasi warga tionghoa yang merayakan imlek di Jakarta,” ungkapnya.

Junaidi, salah seorang penumpang asal Pontianak, mengaku gerah dengan maskapai Lion Air yang sangat membuat tidak nyaman pelanggannya. “Ini salah satu bentuk pelayanan yang tidak baik untuk diberikan maskapai kepada pelanggan,” ujarnya.

Salah satu pramugari bernama Isnainie, enggan berkomentar ketika di tanya alasan penundaan keberangkatan pesawat tersebut, sebelum take off ke Pontianak. Selain gangguan teknis, penyebab delay tersebut diduga bentuk protes yang berkepanjangan yang dilakukan oleh pilot dan karyawan Lion Air.

Kabarnya, para pilot mogok karena menuntut hak-haknya sesuai ketentuan peraturan yang digariskan oleh Kementerian Perhubungan tetapi tidak dijalankan oleh pihak Lion Air. (Yuli/Saufi/Yusuf)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.