Selasa, 5 Juli 22

Kisah Lukman Gendong Seorang Nenek di Makkah

Kisah Lukman Gendong Seorang Nenek di Makkah
* Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Kemenag)

Saat memasuki sholat magrib, ia menyempatkan untuk salat di Masjidil Haram. Usai salat dan masih berada di pelataran masjid, ia mengaku kaget karena berpapasan dengan nenek dari Majene yang sempat digendongnya beberapa jam sebelumnya. Wajah si nenek tampak sehat dan ceria, jauh berbeda dengan kondisi saat ambruk.

“Saya melihat nenek itu. Karena kondisi Masjidil Haram ramai, saya cuma senyum ke nenek tersebut. Neneknya juga tersenyum. Saya heran juga kok bisa langsung sehat sedemikian cepat, padahal tadi sempat ambruk,” terangnya.

Keesokan harinya Lukman melanjutkan tugas reguler melakukan kontrol ke area yang ada di sektor. Dia kemudian berjumpa lagi dengan dokter yang sempat memeriksa si nenek. Lukman bertanya ke si dokter,”Kok bisa nenek tersebut bisa langsung sembuh?”

Jawaban si dokter membuat Lukman terperanjat. Kata si dokter, nenek itu akhirnya meninggal dunia pada sore hari itu.

“Nenek yang kemarin itu? Pas ke sini kondisinya sudah lemah. Akhirnya tidak dapat tertolong,” kata Lukman menirukan ucapan si dokter.

Seketika suasana perbincangan santai tim MCH dengan Lukman menjadi hening. Tak sedikit anggota MCH yang mengernyitkan dahi.

“Lalu yang bertemu dengan Pak Lukman di Masjidil Haram itu siapa, Pak?” tanya salah satu tim MCH memecah keheningan.

Lukman hanya tersenyum. “Ya itulah cerita yang paling berkesan bagi saya,” jawabnya.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.