Sabtu, 4 Desember 21

Kisah Dika, Anak Kos Bokek yang Terpaksa Bayar Go-Jek Pakai Beras

Kisah Dika, Anak Kos Bokek yang Terpaksa Bayar Go-Jek Pakai Beras
* Ilustrasi ojek online, Go-Jek. (Foto: medsos)

Lampung, Obsessionnews.com – Layanan ojek online kerap menyajikan kisah-kisah unik. Mulai dari cerita kehidupan sampai hal-hal receh antara pengemudi dan penumpang. Nah belakangan yang menarik perhatian publik adalah kisah pengguna Gojek yang membayar layanan Goride dengan cara tak lazim.

Dika, nama penumpang ojek online Go-Jek tersebut. Namanya mendadak viral di media sosial terutama Instagram. Akun Instagram @gojek24jam mengungkapkan kisah perjalanan Dika menggunakan jasa transportasi online menuju tujuan akhirnya.

Potongan percakapan antara Dika dengan Robertus yang vial. (Foto: medsos)

Dika menceritakan pada Jumat sore 28 Juni 2019, dia mendapat panggilan wawancara sebuah pekerjaan. Dika yang merupakan anak kos, apesnya pada sore itu tak memiliki uang tunai untuk membayar layanan ojek online yang tarifnya Rp12 ribu. Dia tak memegang uang lantaran, kartu ATM-nya tertelan.

Dika lantas meminta kesediaan pengemudi, Robertus Fernanda, untuk dibayar dengan satu kilogram beras sebagai pengganti jasa transportasi, karena sedang bokek. Dika mengatakan, saat itu ia tengah terburu-buru karena mendapat panggilan wawancara kerja dari sebuah perusahaan.

“Saya enggak pegang uang cukup dan ATM saya masih tertelan, jadi saya bayar pakai beras saja,” ungkap Dika, Selasa (2/7/2019).

Ia tak punya pilihan, karena temannya tak bisa mengantarkannya ke lokasi wawancara di Kalan Maulana Yusuf, Bandar Lampung, Lampung. Akhirnya, Dika memesan ojek online Go-Jek dan tertera tarif sebesar Rp 6.000 untuk mengantarkannya ke lokasi wawancara.

“Jarak dari lokasi saya ke tempat interview kurang lebih 4 kilometer, tarifnya Rp 6.000. Saya cuma punya uang Rp 2.000. Rencananya, saya pinjam kawan saya Rp 12.000 untuk pergi-pulang, ternyata teman saya juga lagi enggak ada uang,” ujar Dika.

Saat menyampaikan kondisi ini kepada pengemudi, menurut Dika, pengemudi bernama Robertus itu tak keberatan.

“Saya ambil beras di kos, beras stok sehari-hari yang saya bawa dari kampung,” ujar Dika.

Namun, pada akhirnya, Robertus tak mau menerima beras sebagai ganti ongkos pengantaran dan memberinya jasa gratis. Mas Robertus menjawab ‘Enggak usah, mas, saya ikhlas’. Tetap saya paksa, tetap enggak mau menerima. Baik orangnya,” ujar Dika.

Dia mengaku telah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Robertus atas bantuan yang diberikan. Berkat kebaikan hati Robertus, Dika bisa tiba di lokasi wawancara tepat waktu, meski hasilnya belum sesuai harapan.

Teringat dengan kebaikan yang diberikan Robertus, Dika berharap Robertus diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah.

Kisah ini mendapat banyak respons di kolom komentar Instagram @gojek24jam. Rata-rata warganet yang berkomentar mengacungi jempol dan memuji sikap sang pengemudi. Kisah ini juga menjadi teladan dan pengingat diri bagi para warganet untuk selalu bersyukur dan menolong kepada sesama yang sedang kesusahan. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.