Rabu, 30 September 20

Kini Koperasi Bisa Dapat Pinjaman Pemerintah Hingga Rp100 M

Kini Koperasi Bisa Dapat Pinjaman Pemerintah Hingga Rp100 M
* Teten Masduki di sela acara Bimbingan Teknis mendapatkan dana bergulir. (Foto: dok KemenkopUKM)

Yogyakarta, Obsessionnews.com — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop) yang memungkinkan satu koperasi bisa mendapatkan dana bergulir dari LPDB KUMKM hingga Rp100 miliar.

“Pembiayaan dana bergulir akan terus kita tingkatkan untuk koperasi. Bahkan, satu BMT bisa mendapat hingga Rp100 miliar,” kata Teten, Kamis (6/8/2020).

Teten mengakui, sebelumnya untuk memperoleh dana bergulir terbilang rumit dan sulit. “Kini, LPDB KUMKM sedang mereformasi diri agar lebih mudah diakses koperasi di Indonesia,” tukas MenkopUKM.

Teten pun meyakini, dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk LPDB sebesar Rp1 triliun akan habis terserap pada September 2020 mendatang. “Saya sudah meminta tambahan dana itu dari Menteri Keuangan,” kata MenkopUKM.

Teten berharap kerja sama dan sinergi antara LPDB KUMKM dengan Perhimpunan BMT Indonesia bisa menjadi model penyaluran bagi UMKM melalui koperasi yang lebih ramah.

“Kami mengurus lebih dari 60 juta UMKM seluruh Indonesia. Untuk itu, saya ingin menyalurkannya melalui model channeling, termasuk BMT yang anggotanya dominan pelaku UMKM,” jelas MenkopUKM.

Apalagi, lanjut Teten, BMT biasa melakukan pendampingan usaha bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Perhimpunan BMT Indonesia Mursida Rambe berharap agar LPDB secepatnya menyalurkan dana bergulir yang amat dibutuhkan koperasi. “Bila koperasi BMT mendapatkan dana bergulir, maka akan bisa menggerakkan kembali pelaku UMKM,” ucap Mursida.

Saat ini, Perhimpunan BMT Indonesia memiliki anggota sebanyak 322 BMT di sembilan provinsi. Perhimpunan BMT juga memiliki total jumlah anggota sebanyak 4 juta orang dan 1.610 pasar tradisional.

“Selama Covid-19, kehadiran Baitul Maal wa Tamwil amat terasa bagi pelaku UMKM. Ketika Tamwil menurun, Baitul Maal yang tampil ke depan,” pungkas Mursida. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.