Kamis, 21 Oktober 21

Kini, Abraham Samad Sudah Tidak Galak Lagi

Kini, Abraham Samad Sudah Tidak Galak Lagi

Jakarta,‎ Obsessionnews – Tak terasa sudah satu bulan lebih, Abraham Samad tidak lagi menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia dinonaktifkan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Februari 2015 lantaran ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulselbar karena diduga melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen.

Sejak saat itu, Abraham yang dikenal sebagai ‘Ayam Jantan‘ dari Timur, kini sudah tak terlihat lantang menyuarakan pemberantasan korupsi. Pria kelahiran 27 November 1966 ini ‎mengaku lebih senang menyepi menghabiskan waktunya untuk berkumpul bersama keluarganya di kampung halamannya Makasar Sulawesi Selatan

“Kan saya sudah tidak lagi Ketua KPK, kalau saya muncul terus, nanti saya dikira ingin kembali lagi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (‎20/3/2015).

Di luar kegiatan bersama keluarga, Abraham juga mengaku kadang masih kerap menghadiri acara seminar tentang pemberantasan korupsi di kampus-kampus.‎ Namun, ia tidak mau diminta sebagai pemateri. Abraham lebih senang datang hanya untuk mendengarkan, anak-anak muda yang punya semangat untuk membersihkan Indonesia dari perilaku koruptif.

Tapi tetap saja, Abraham tidak bisa dilepaskan dari ketokohanya pada masa lalu. Ia tetap menjadi orang yang disegani oleh banyak orang karena prestasinya berani menangkap koruptor kelas kakap selama menjadi pimpinan KPK. Kehadirnya juga selalu menjadi incaran awak media. Bahkan saat media televisi meminta Abraham untuk tampil lagi di layar kaca, ia menolaknya.

Demikian, juga ‎saat ditanya mengenai kondisi KPK saat ini, Abraham juga enggan menanggapi. Ia merasa sudah tidak punya kewenangan lagi untuk berbicara terkait internal KPK. “Jangan lah tanya-tanya ke saya. Kan, saya sekarang bukan lagi Ketua KPK,” pintanya.

Abraham hanya mau banyak berkomentar mengenai hal-hal yang biasa seputar kehidupannya sehar-hari bersama keluarga. Dan juga mengenai kasus hukumnya. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu sampai ini masih meyakini penetapan tersangka terhadap dirinya adalah bagian dari kriminalisasi untuk melemahkan pimpinan KPK.

Demikian, juga tuduhan manuver politik yang diduga dilakukan oleh Abraham pada saat menjelang pemilu presiden 2014, dimana ia disebut berkeningan untuk menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo. Menurutnya, tuduhan itu tidak mungkin ada kalau dirinya tidak menetapkan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi.

“‎Itu kelihatan sekali, semua muncul setelah saya menetapkan BG sebagai tersangka. Kalau benar saya punya kasus kenapa dari dulu nggak ungkap,” jelasnya.

Abraham mengakui, menjadi Ketua KPK saat itu memiliki tanggung jawab yang besar. Ia sadar bersama keempat pimpinanan lainya, pastilah tidak bisa memberikan hasil yang sempurna. Menurutnya, kesalahan kecil pasti ada, karena ia bukan malaikat. Namun, ia menegaskan tidak pernah melakukan hal-hal yang selama ini ia tuduhkan. “Saya bukan malaikat tapi saya juga tidak sebejad yang dituduhkan,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.