Minggu, 17 Oktober 21

Kinerja Triwulan III 2017: Peruri Raih Laba Bersih Rp283,16 Miliar

Kinerja Triwulan III 2017: Peruri Raih Laba Bersih Rp283,16 Miliar
* Dirut Peruri Prasetio

Jakarta, 27 Oktober 2017 – Sepanjang Triwulan III 2017, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menunjukkan kinerja keuangan yang positif. Peruri berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp. 2.255,59 miliar atau naik 45,32 persen dibandingkan periode yang sama 2016 yang mencapai Rp. 1.552,15 miliar. Pendapatan usaha ini jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2017 tercapai 80,86 persen.

Laba usaha tercatat Rp. 372,07 miliar atau naik 180,77 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang mencapai Rp. 132,52 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2017 tercapai 95,13 persen. Laba bersih tercatat sebesar Rp. 283,16 miliar atau naik 423,80 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp. 54,06 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2017 tercapai 106,98 persen.

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) sebesar Rp. 656,24 miliar atau naik 87,91 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2016 mencapai Rp. 349,23 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2017 tercapai 110,51 persen. Total aset Peruri pada Triwulan III 2017 tercatat Rp. 4,61 triliun atau naik  24,17 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang mencapai Rp. 3,71 triliun. Jika dibandingkan dengan RKAP 2017 tercapai 106,67 persen.

“Pendapatan perusahaan tersebut dikontribusi oleh produksi pencetakan uang kertas Rupiah/NKRI sebesar 7,62 miliar bilyet, naik 82,75 persen dibandingkan 2016 yang mencapai 4,17 miliar bilyet. Produksi uang logam  sebesar 1,64 miliar keping, naik 9,57 persen dibandingkan 2016 yang mencapai 1,50 milyar keping. Produksi paspor dan buku sebesar 2,04 juta buku, naik 12,43 persen dibandingkan 2016 yang mencapai 1,81 juta buku. Produksi pita cukai sebesar 132 juta lembar, turun 0,83 persen dibandingkan 2016 yang mencapai 133 juta lembar; Produksi meterai sebesar 160 juta keping, turun 64,54 persen dibandingkan 2016 yang mencapai 451 juta keping. Terkait penurunan produksi meterai disebabkan pesanan dari Direktorat Jenderal Pajak baru mulai masuk pada April 2017” jelas Prasetio, Direktur Utama Peruri.

 

 

Towards World Class Company

Perlu diketahui bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2006, Peruri bertugas menjalankan usaha mencetak uang NKRI untuk memenuhi permintaan Bank Indonesia serta melaksanakan kegiatan mencetak dokumen sekuriti untuk negara, yaitu dokumen keimigrasian, pita cukai, meterai dan dokumen pertanahan atas permintaan instansi yang berwenang.

Guna memperbesar corporate size, manajemen saat ini telah memiliki Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2017 – 2021 yang akan dijadikan acuan dalam 5 (lima) tahun ke depan untuk mencapai visi sebagai perusahaan kelas dunia di bidang integrated security printing & system. Cita-cita tersebut terus diupayakan secara bertahap hingga 2021 dengan cara memperkuat bisnis inti, bersaing di pasar domestik non uang, bersaing di pasar internasional, ekspansi di produk new wave dan mempercepat transformasi perusahaan.

 

Prasetio menambahkan bahwa seluruh jajaran manajemen telah berkomitmen untuk membawa perusahaan berkiprah dalam skala global maupun area digital. Hal tersebut dimulai dengan menyesuaikan orientasi bisnis (reorientasi), memperbaiki dan memperkuat struktur Peruri beserta perusahaan anak dan perusahaan afiliasi (restrukturisasi) serta menyusun kembali bangunan dan kekuatan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki dan perlu dikembangkan (reorganisasi). Reorientasi, perusahaan telah berfokus untuk meningkatkan dan memperluas target pasar luar negeri, from local to global serta menyediakan produk dan jasa berbasis digital, from conventional to digital sejalan dengan kemajuan teknologi. Restrukturisasi. Perusahaan memperkuat kapabilitas dan hasil produksi perusahaan anak dengan spesialisasi dan penugasan khusus. Sementara pengalaman dan keandalan perusahaan afiliasi dapat mengoptimalkan penetrasi pasar internasional.  Reorganisasi, perusahaan mengembangkan dan memperkokoh struktur organisasi dengan membentuk unit riset, manajemen risiko, pelayanan pelanggan pemerintah serta pemisahan bisnis internasional dan digital agar lebih fokus dan kompetitif.

 

Corporate Secretary and Strategic Planning/Biro Komunikasi Perusahaan
Eddy Kurnia, Head of Corporate Secretary and Strategic Planing

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.