Senin, 25 Oktober 21

Stok Beras Raskin Penuhi Asupan Sampai 12 Bulan

Stok Beras Raskin Penuhi Asupan Sampai 12 Bulan

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dalam rapat evaluasi pengedalian percepatan pelaksanaan program subsidi bagi masyarakat berpendapatan rendah mengajak dan mengimbau berbagai pihak untuk selalu bekerja sama melakukan pengasawan terhadap penyaluran raskin (beras untuk rakyat miskin) sampai kepada titik penerima manfaat.

“Jangan sampai beras yang sudah keluar dari gudang berbeda dengan penerima manfaat,” ungkapnya di gedung Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (14/7/2015). Pihak yang dimaksud Mensos adalah Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia (Menko PMK), Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Perum Bulog. 

Selama melakukan peninjauan di lapangan Khofifah mengakui menemukan ada bebarapa kendala yang harus direduksi kembali atau diperbaiki, baik dari segi distribusinya sampai penyalurannya agar tetap terjaga kualitasnya. “Kalau sampai di titik penyaluran tidak mencapai kualitas medium maka berarti ada yang mereduksi di perjalanan,” duganya.

Menurut Mensos, agar tetap menjaga kualitas beras medium maka perlu renovasi gudang beras di tiap-tiap daerah. Tak hanya itu saja untuk menjamin tarnsparansi dan kelancaran penyaluran maka perlu secara strategi mengfungsikan komunikasi untuk saling koordinasi secara terarah dan sistematis.

”Menurut saya harus dicantumkan bahwa Bulog harus melaporkan secara kotinyu kepada Kemenko dan Menko PMK, tembusan pada Menteri Sosial. Kalau daerah raskin melapornya pada Menteri Dalam Negeri tembusannya ke Kementerian Sosial,” tutur dia.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat persiapan subsidi Beras miskin (Raskin) di kantor Kementrian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (14/7). Selain memimpin rapat subsidi Raskin Mensos mendapatkan 50 ribu tiket nonton pertandingan AS Roma dari perwakilan Masyarakat Olahraga Peduli Indonesia. Foto: Edwin B/Obsessionnews
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat persiapan subsidi Beras miskin (Raskin) di kantor Kementrian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (14/7). Selain memimpin rapat subsidi Raskin Mensos mendapatkan 50 ribu tiket nonton pertandingan AS Roma dari perwakilan Masyarakat Olahraga Peduli Indonesia. Foto: Edwin B/Obsessionnews

“Bahkan menurut saya, kalau KPA nya Menteri Sosial mestinya melapor setelah Menko Perekonomian, Menko PMK juga Mensos, begitupun di daerah, selain Mendagri juga Mensos. Jadi Mensos itu akan mendapatkan laporan secara kontiniu, supaya Wali Kota, Bupati itu bisa kita endos,” paparnya.

“Ini sebelum puasa kita endors raskin sampai ke penerima, kita pastikan sebelum lebaran terus kita endors. Beberapa daerah malah melakukan percepatan yang mana agustus pun diturunkan Juli, maka daerah yang saya kunjungi di Situbundo, Bondowoso, Purbolindo itu rata-rata mereka sudah menerima 60-61 persen,” terangnya.

“Artinya ada percepatan-percepatan seperti itu, sehingga saya ingin memastikan kepada kita semua bahwa kebutuhan beras kepada semua warga miskin kita dirikan, karena makanan pokok mereka itu beras,” cetusnya.

Untuk mencapai pemenuhan kebutuhan penerima manfaat maka pemerintah sudah menyiapkan 2,78 ton beras. Olehnya itu Khofifah juga meminta kepada Perum Bulog agar bulan juli ini mengajukan laporan pertanggungjawaban sebagaimana selaku KPA dari anggran yang diajukan.

“Sebab bulan juli ini sudah musim panen dan bulan agustus sampai september petani akan melakukan panen raya. Jadi 1,6 juta yang sudah dibayar masih ada sisa sampai sekitar 10 triliun,” tuturnya.

MensosKhofifah

Selain itu Khofifah prihatin Indonesia telah dicap oleh dunia internasional, beberapa daerah mengalami lekurangan gizi. Sehingga Ia berharap dengan adanya asupan kalori beras bisa menjadi suport dari kemungkinan meredupsi meluasnya kurang gizi di wilayah Indonesia.

“Kemungkinan meluasnya kurang gizi terutama di daerah-daerah yang mengalami kekeringan yang potensi daerah yang kurang pangan. Jadi daerah-daerah yang mengalami kekeringan akan gagal pangan gagal panen. Kalau sudah gagal tanam, gagal panen mungkin mereka mengalami kurang pangan, dan jangan sampai mereka kurang pangan,” tegasnya.

Khofifah juga mempastikan stok beras yang ada di Jawa Timur masih bisa memenuhi sampai sepuluh dan dua belas bulan kedepan. “Karena rata-rata daerah Jawa Timur bagian timur, mereka punya stok antara 10-12 bulan kedepan. Sehingga dalam bulan-bulan ini mereka harus suplai Maluku, Papua, NTT, isyaAllah jumlahnya sangat cukup,” jelas Mensos.

“Apalagi juli ini sudah ada yang mulai panen lagi agustus panen, september panen ray. Kalau sekarang bulog sudah menyampikan surat pengajuan pencairan maka produksi gabah petani pada musim panen Juli, Agustus, September insyaAllah akan terserap, ini bagian yang terpenting agar tidak terserap tengkulak,” harapnya.

Wakil Ketua MOPI (Masyarakat Olah Raga Peduli Indonesia), Rahadi Arsyad memberikan tiket nonton pertandingan AS Roma ke Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, secara simbolik di kantor Kementrian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (14/7). Foto: Edwin B/Obsessionnews
Wakil Ketua MOPI (Masyarakat Olah Raga Peduli Indonesia), Rahadi Arsyad memberikan tiket nonton pertandingan AS Roma ke Menteri Sosial,
Khofifah Indar Parawansa, secara simbolik di kantor Kementrian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (14/7). Foto: Edwin B/Obsessionnews

Dalam mengantisipasi gabah agar tidak diserap langsung tengkulak, maka Khofifah menyatakan beberapa kepala daerah telah mengajukan penandatangan MoU dengan Dirut Bulog agar produksi gabah langsung diserap oleh bulog.

“Lewat tim yang disiapkan kepala daerah, maka ada Gubernur yang sudah menyampaikan harapannya, mekanisme yang akan dibangun antara petani, pemprov dan bulog adalah MoU, dimana bulog diharapkan akan menyerap gabah dari produksi petani yang bersangkutan langsung kemudian melalui pemprov dan diserap langsung oleh bulog,” terangnya.

Khofifah secara tegas meminta para kepala daerah untuk memastikan agar pembagian beras sesuai jumlah porsi penerima manfaat, tidak boleh dikurangi oleh pihak atau oknum.

“Tolong kalau porsi karungnya 15 kg kasih 15 kg. Ini memang diluar jangkauan wilayah kita, tapi intesitas koordinasi kita dengan pemerintah daerah kabupaten kota terus kita lakukan terutama kita minta komitmen Tim Koordinasi Raskin (tim koraskin) daerah supaya mereka memastikan yang 15 kg sampai!” pinta Mensos.

“Ini memang PR kita, tidak cukup ringan tapi kalau kita terus melakukan ikhtiar rasanya kita bisa lakukan antisipasi. Tetap melakuan berbenah terus dari mulai mekanisme pergudangan, distribusi sampai titik penerima raskin. Kita harus terus melakukan evaluasi koreksi sebagai proses berbenah bersama,” imbaunya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.