Sabtu, 20 Agustus 22

Kharis Sebut Indonesia Laboratorium Antropologi Terbesar di Dunia

Kharis Sebut Indonesia Laboratorium Antropologi Terbesar di Dunia
* Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyari menghadiri  Sarasehan Sejarah dan Budaya dengan tema Pengging Untuk Indonesia di Padepokan Aji Tirto Wening Pengging, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (13/02/2022). (Foto: dok. Kharis)

Jakarta, obsessionnews.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyari menghadiri  Sarasehan Sejarah dan Budaya dengan tema Pengging Untuk Indonesia di Padepokan Aji Tirto Wening Pengging, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (13/02/2022).

 

Baca juga: 

Kharis Tegaskan Hanya Orang-orang yang Berjiwa Pemberani Saja yang Mau Bergabung Bersama Samanhudi

HUT ke-76 TNI, Kharis: TNI Bersama Rakyat Menangkan Segala Ancaman terhadap Kedaulatan NKRI

 

 

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama FEBI UNS,  Pusat Kajian Sejarah Lontar Nusantara dan Padepokan Aji Tirta Wening.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Senin (14/2), sarasehan budaya ini menghadirkan narasumber Dr. Kasori Mujahid (Direktur Pusat Kajian Sejarah Lontar Nusantara) dan Benny Hatmantoro (Kurator Senior Keris Surakarta). Dihadiri puluhan undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat Pengging, para pemerhati sejarah dan pencinta budaya Surakarta. Tampak hadir pula Sugeng Riyanto (Wakil Pimpinan DPRD Kota Surakarta) dan DR. Suparjito (Pegiat Komunitas Sutresna Tosan Aji “Nunggak Semi”)

Acara ini diawali dengan sambutan selamat datang oleh Prof. Djoko Suhardjanto Pengampu Padepokan Aji Tirta Wening yang juga Dekan FEBI UNS Surakarta.

“Padepokan ini terbuka untuk kegiatan budaya, karena ini merupakan komitmen kami guna mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” ucap Djoko.

Berperan sebagai keynote speaker Abdul Kharis sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan semacam ini.

“Saya siap memfasilitasi jika kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara periodik,” katanya.

Kharis menyebut Indonesia adalah laboratorium antropologi terbesar di dunia.

“Dengan status sebagai negara kepulauan terluas di dunia, dihuni lebih dari 300 suku bangsa dan sekitar 64 ribuan lebih peninggalan purbakala di Indonesia, kalau anak bangsa tidak mau mempelajari dan mengkajinya, lama-kelamaan kita akan kehilangan jatidiri sebagai sebuah bangsa,” tandasnya.

Kajian sejarah dan budaya semacam ini, lanjutnya, harus terus digalakkan untuk dapat melihat  jejak-jejak sejarah dan peran tokoh dimasa lalu dalam membangun peradaban.

“Apalagi tema kali ini dari sebuah desa di Kabupaten Boyolali disorot perannya bagi keindonesiaan, pasti ada sesuatu yang istimewa untuk digali dan diambil pelajaran. Dr. Kasori dan Bopo Benny nanti akan membedah dan menguraikan lebih mendalam. Selamat mengikuti sarasehan!” pungkasnya.

Sementara itu Kasori Mudjahid dalam paparannya lebih menyoroti bagaimana peran Pengging dalam penyebaran Islam.

“Dalam sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa, Pengging memiliki posisi tersendiri diantara yang lain yaitu peran sentral penyambung kerajaan Majapahit dan Mataram Islam,” ujar Kasori.

Menurutnya, justru yang harus lebih didalami adalah bagaimana Islam bisa hidup dan berkembang di tengah masyarakat Hindu  yang lebih dahulu mendiami tanah seribu mata air tersebut.

“Jawabannya adalah akulturasi budaya,” tegasnya.

Sementara itu Benny Hatmantoro dalam paparannya mengungkapkan,  jejak penyambung antara Majapahit dan Mataram Islam juga terlihat dalam ciri-cari tangguhnya.

“Mari kita sejajarkan keris tangguh Majapahit dengan tangguh Pengging agemanipun mas Budhi Hartanto. Kalau dilihat sekilas akan sulit membedakan, tetapi kalau sudah dipegang akan terasa bedanya”, kata Benny sambil menunjukkan kedua keris tersebut. “Ciri-ciri keris tangguh Pengging pasikutannya sedang ramping, garapannya rapi, Jika keris luk, luknya rengkol sekali. Besinya hitam, berkesan basah. Pamornya bersahaja, lumer pandes. Gulu melednya panjang.” (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.