Senin, 23 Mei 22

KH Ma’ruf Amin Bersyukur Idul Fitri 1439 H Berjalan Khidmat

KH Ma’ruf Amin Bersyukur Idul Fitri 1439 H Berjalan Khidmat
* Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma'ruf Amin dan Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam. (Foto-foto: Sutanto/Obsession Media Group)

Tangerang Selatan, Obsessionnews.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengungkapkan rasa syukurnya di hari raya Idul Fitri 1439, karena dirayakan dengan khidmat dalam suasana kefitrian. Meskipun. di tengah kondisi bangsa yang masih dirundung keprihatinan, lantaran masih banyak terjadinya masalah kemungkaran di negeri ini.

“Hari ini kemungkaran masih terjadi, seperti penyalahgunaan narkoba, semakin meningkatnya kejahatan, belum tuntasnya penanganan radikalisme dan terorisme,” ujar Ma’ruf Amin saat bersilaturahmi di kediaman Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H Usamah Hisyam di kawasan BSD Tangerang Selatan, Banten, usai berkhutbah di masjid Asy-Syarif Al-Azhar BSD City, Jumat (15/6/2018).

Tidak hanya itu, Ma’ruf Amin juga menyayangkan banyaknya fenomena tidak bertanggung jawabnya pengguna media sosial, sehingga memproduksi dan menyebarkan informasi yang berdampak negatif, ujaran kebencian, fitnah, ghibah, namimah, dan bulying kepada pihak lain.

Meski demikian, kata Ma’ruf Amin, hal itu tidak mempengaruhi kekhidmatan kita dalam menjalankan puasa Ramadhan dan melaksanakan hari raya dengan penuh kefitrian.

“In semua merupakan bukti bahwa rahmat da kasih sayang Allah Swt senantiasa tercurah kepada kita, umat Islam di Indonesia. Karena itu, patutlah kita mensyukuri semua karunia tersebut,” tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Ma’ruf Amin, salah satu cara untuk mensyukurinya adalah dengan senantiasa berusaha melakukan perbaikan (al-ishlah). Karena pada dasarnya agama Islam adalah agama perbaikan (din al-ishlah), dan risalah Islamiyah merupakan risalah perbaikan (risalah ishlahiyah).

“Perbaikan yang dikehendaki oleh Islam adalah perbaikan yang komprehensif, perbaikan yang menyeluruh. Bukan hanya perbaikan dalam akidah dan ibadah saja, tapi juga perbaikan dalam mu’amalah, baik yang berkaitan dengan ekonomi, sosial, budaya, hukum dan politik, serta perbaikan akhlak dan perilaku,” tandasnya.

“Selain bersifat menyeluruh, perbaikan yang dimaksud oleh Islam sifatnya harus berkelanjutan serta terus-menerus, karena prinsip perbaikan dalam Islam adalah perbaikan menuju yang lebih baik,” tambahnya.(Bal)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.