Senin, 13 Juli 20

Keunikan Berwisata Budaya ke Takpala

Keunikan Berwisata Budaya ke Takpala
* Pakaian adat dan perlengkapan berburu suku Abui di Desa Takpala, Alor, NTT. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comMendengar nama Alor mungkin asing di telinga Anda. Wajar saja, karena memang letaknya yang begitu jauh dari kota besar. Jangankan dari ibu kota Indonesia, letaknya dari ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pun harus mengarungi Selat Alor yang terkenal ganas.

Meski lokasinya yang terpencil, namun Alor menyimpan keindahan alam yang luar biasa indahnya, apalagi dengan wisata baharinya. Setidaknya, luangkan waktu satu kali untuk menikmati keindahan Alor dalam hidup Anda.

Daya tarik wisata di Alor, NTT, tidak semata wisata bahari saja. Namun di Kabupaten yang terkenal dengan mamalia dugong bernama ‘Mawar’ itu memiliki keunikan sejarah dan budaya khususnya yang terdapat di Desa Takpala.

Desa Takpala merupakan sebuah kampung tradisional di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, NTT. Lokasi kampung yang berada di atas bukit ini dihuni sekitar 13 kepala keluarga Suku Abui.

Saat ini Takpala telah menjadi aset wisata yang dianggap sebagai cagar budaya serta dilindungi dalam peraturan daerah Kabupaten Alor.

Tak heran Takpala saat ini jadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Alor. Kesan unik suku Abui dengan pakaian tradisional yang ditenun dengan alat tradisional menggunakan tangan. Pakaian itu mereka gunakan untuk menyambut wisatawan yang datang ke kampung mereka sambil menari lego-lego.

Untuk busana biasanya penari menggunakan kain sarung dan kain tenun khas Alor. Sedangkan pada bagian kepala penari pria menggunakan penutup kepala yang dibentuk dari kain, dan rambut penari wanita dibiarkan terurai. Selain itu sebagai atribut menari, penari dilengkapi dengan gelang kaki yang menghasilkan suara mengikuti langkah kaki para penarinya.

Wisatawan juga bisa menggunakan atau menyewa pakaian adat lengkap dengan aksesoris kepala dan gelang kaki. Hal itu menjadi daya tarik sendiri, yang menarik wisatawan untuk berfoto dengan latar yang sangat natural termasuk rumah-rumah Lopo yang terbuat dari bambu dan alang-alang yang berbentuk piramida.

Dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang diterima obsessionnews.com pada Senin (16/12/2019) salah seorang pekerja di Dinas Pariwisata Kabupaten Alor Sonny mengatakan, untuk sewa pakaian, masyarakat di sana belum memberlakukan tarif yang baku. “Seikhlasnya saja. Tapi biasanya ada yang ngasih sebesar Rp50 ribu bahkan lebih,” kata Sonny.

Masyarakat Suku Abui sangat ramah dan bersahaja terhadap wisatawan, tak heran jika banyak wisatawan yang selalu ingin kembali ke kampung tradisional tertua ini. “Kita juga bisa melihat aktivitas sehari-hari dari Suku Abui,” katanya.

Untuk menuju Desa Takpala, wisatawan bisa menggunakan kendaraan bermotor dengan jarak 11 kilometer dari Kalabahi ibukota Kabupaten Alor atau kurang lebih 30 menit untuk sampai di sana. Jadi kalo ke Alor jangan lupa sempatkan ke Desa Takpala. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.