Minggu, 31 Mei 20

Ketum PBNU: Jenazah Pasien Corona Jangan Ditolak, Tapi Doakan Mati Syahid

Ketum PBNU: Jenazah Pasien Corona Jangan Ditolak, Tapi Doakan Mati Syahid
* Ketua PBNU Kiai Haji Said Aqil Siradj. (Foto: Twitter Said Aqil)

Jakarta, Obsessionnews.com – Di sejumlah daerah banyak masyarakat yang menolak jenazah pasien corona yang hendak dikebumikan. Masyarakat menolak karena takut menular. Padahal jika sudah ditangani oleh tenaga medis rumah sakit, jenazah sudah aman untuk dimakamkan.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai H. Said Aqil Siradj pun meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak menolak jenazah pasien terkena COVID-19 untuk dikebumikan di daerah yang telah ditentukan.

“Saya mengimbu kepada seluruh masyarakat jangan menolak jenazah saudara kita yang meninggal akibat COVID-19 ini, dengan syarat sudah barang tentu pihak RS yang menangani jenazah sudah betul betul keamanan atau safety sesuai dengan aturan medis,” kata Said Aqil Siradj dalam akun Instagram @saidaqilsiroj53 Kamis (2/4/2020).

Said menjelaskan bahwa dalam syatriat Islam telah mewajibkan kepada umat Islam harus menghormati jenazah sesama umat Islam. Maka siapa pun jenazah beragama Islam harus ditangani dengan penuh penghargaan, dimandikan dengan bersih dan dikafani.

Kemudian, dikubur dengan penuh penuh penghormatan tidak boleh di diremehkan atau mendapat penghinaan.

Terkait jenazah pasien Corona menurut dia, dari pihak rumah sakit harus menanganinya betul-betul aman, dibungkus plastik dengan aman kemudian diantar ke keluarganya dan keluarganya tidak usah membukanya karena sudah aman dan dirapikan sesuai dengan aturan medis.

Kai Said justru meminta kepada masyarakat untuk mendoakan. Bukan malah menolak jenazah. “Kita salati kita antar ke kuburan, dengan penuh penghormatan seperti jenazah yang lain yang biasa, mari kita doakan COVID-19 ini insya Allah syahid, kita pun dapat pahala ketika kita mengantarkanya,” katanya.

Untuk diketahui, Arsidin Rahman (52), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19, meninggal saat tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, Minggu, 29 Maret 2020, sekitar pukul 02.50 WITA.

Warga dari Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, itu mengembuskan napas terakhir di ruang isolasi di RS Wahidin.

Ironisnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, saat jenazah PDP Corona akan dimakamkan sekitar pukul 02.00 WITA di wilayah Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, warga di sekitar pemakaman menolaknya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.