Kamis, 6 Oktober 22

Ketum Parmusi Usamah Hisyam Tegaskan Polri Institusi Negara, Jangan Persoalkan Agama

Ketum Parmusi Usamah Hisyam Tegaskan Polri Institusi Negara, Jangan Persoalkan Agama
* Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H Usamah Hisyam. (Foto: muslim bsession.com)

Obsessionnews.com – Umat Islam tak perlu terprovokasi dengan negative campaign melalui sejumlah media yang mempersoalkan keberadaan 20 sampai 50 jenderal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang memeluk agama Kristiani, karena Polri merupakan institusi resmi negara yang memiliki standar profesionalitas tinggi.

 

Baca juga:

Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam Dukung Polri Tegakkan Kebenaran dan Lawan Kezaliman

 

Fahira Idris Tegaskan DAIYAT Parmusi Terus Sebarkan Manfaat di Tengah Masyarakat.

 

 

Hal itu ditegaskan Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H Usamah Hisyam saat ditemui di Pesantren Tahfizhul Quran (PTQ) Pondok Bambu, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dipimpinnya, Sabtu (13/8/2022).

“Mempersoalkan latar belakang agama sejumlah jenderal adalah langkah dan sikap setback,” tandas Usamah.

Seperti diketahui, menyusul viralnya kasus kematian Brigadir J yang melibatkan Kadiv Propam Irjen FS, dalam sepekan terakhir viral pemberitaan di sejumlah media dan media sosial, bahwa saat ini terdapat 20 sampai 50 perwira tinggi kepolisian berpangkat jenderal bintang satu sampai bintang empat yang cenderung provokatif.

Usamah mengimbau umat Islam khususnya kader-kader ParmusI tidak mempersoalkan pemberitaan yang cenderung mengadu domba tersebut.

“Dulu Pak Natsir dan para ulama kita dengan susah payah mempersatukan bangsa ini melalui Mosi Integral Mohammad Natsir yang melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama, dan budaya dari berbagai kepulauan di Tanah Air. Lantas mengapa kita sekarang ingin diadu domba sesama anak bangsa?” ujar Usamah.

Menurutnya, latar belakang agama pejabat kepolisian tidak ada kaitannya dengan berbagai tindakan penegakkan keadilan dan kebenaran. Karena tindakan aparat kepolisian merupakan tindakan hukum yang harus ditegakkan di negeri yang sangat menjunjung tinggi hukum ini.

“Dulu mana pernah terjadi seorang Kapolri yang Kristeni menindak tegas pejabat kepolisian seperti FS yang juga seorang Kristiani? Tetapi sekarang kita semua menyaksikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo tajam ke atas dan juga tajam ke bawah terhadap siapapun yang diduga melakukan tindak pidana. Jadi bukan soal agamanya, melainkan setiap tindakan pelanggaran hukum harus diproses hukum secara berkeadilan,” tandas Usamah.

Sebaliknya, lanjut Usamah, dia mempertanyakan berapa banyak para ustaz, ulama/tokoh-tokoh pergerakan Islam yang terzhalimi pada saat Kapolri dan jabatan-jabatan strategis Polri lainnya diduduki oleh para jenderal yang seorang muslim tanpa proses penyelesaian hukum.

“Mereka main tangkap tanpa proses hukum yang pasti,” tukas Usamah.

Usamah meminta kepada lebih dari 5.000 Ulama, Mubaligh, Ustadz dan Dai Parmusi di seluruh pelosok negeri sangat selektif dalam mencerna pemberitaan yang cenderung mengadu domba itu.

“Jangan mau terprovokasi” tegas Usamah.

“Karena kita dalam kehidupan beragama harus memegang prinsip ukhuwah (persaudaraan) yakni Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Islam), Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan sesama anak bangsa), dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia),” pungkasnya. (Fath/red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.