Rabu, 3 Juni 20

Ketum Parmusi Kecam Kapolri

Ketum Parmusi Kecam Kapolri
* Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam.

Jakarta, Obsessionnews.com –  Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam mengecam keras pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang menyatakan ormas islam di luar NU dan Muhammadiah akan merontokkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pernyataan itu tidak sepatutnya disampaikan oleh seorang Kapolri jenderal berbintang empat. Tugas utama Kepolisian itu mengayomi masyarakat, bukan memprovokasi,” ujar Usamah kepada pers  usai menerima kunjungan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso  di kantornya di kawasan  Jakarta Selata,  Senin (29/1/2018) petang.

Mantan anggota Komisi I DPR RI ini menyikapi rekaman pernyataan Tito yang dimuat Inew TVs dalam sebuah pertemuan dengan jamaah NU yang viral di media sosial dalam dua hari terakhir.

Dalam rekaman tersebut, Kapolri mengatakan, “Perintah saya melalui video conference, minggu lalu, dua minggu lalu saat Rapim Polri, semua pimpinan Polri hadir, saya sampaikan tegas, menghadapi situasi saat ini, perkuat NU dan Muhammadiyah,” kata Kapolri.

Tito meminta agar jajaran Kepolisian untuk mendukung NU dan Muhammadiyah secara maksimal. “Semua Kapolda saya wajibkan untuk membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi “

“Semua Kapolres wajib untuk membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten kota,” lanjut Tito.

Pernyataan Tito yang ramai dibahas para aktivis pergerakan Islam di seluruh Indonesia, kata Usamah, cenderung menyudutkan ormas islam lainnya.

“Para Kapolsek  wajib untuk di tingkat kecamatan bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah. Jangan dengan yang lain. Dengan yang lain itu nomor sekian. Mereka bukan pendiri negara. Mau merontokkan negara malah iya. Tapi yang sudah konsisten dari awal sampai hari ini, itu NU dan Muhammadiyah.”

Usamah sangat heran, bagaimana mungkin seorang Kapolri bisa berseloroh di hadapan publik bahwa ormas islam lainnya “mau merontokkan negara malah iya”.

“Pak Tito harus bisa mempertanggung jawabkan ucapannya. Tolong jelaskan, apa yang dia maksud itu. Karena beliau pejabat publik, Kapolri lagi, yang seharusnya wajib menciptakan rasa aman, tenang, dan mengayomi seluruh komponen masyarakat. Bukan sebaliknya, cenderung memprovokasi dan memecah belah umat Islam,” kata Usamah.

Usamah menyarankan Tito yang sejak diangkat menjadi Kapolri dikenal sebagai the raising star  agar lebih banyak menpelajari sejarah kebangkitan, kelahiran, dan perjuangan bangsa Indonesia.

“Hampir seluruh komponen ummat islam, para ulama, santri, syuhada dari berbagai ormas dan lasykar Islam saling bahu-membahu merebut kemerdekaan dan mempertahankan NKRI hingga hari ini ,” tegas Usamah.

“Karena itu, pak Tito harus segera klarifikasi pernyataannya. Bila beliau memang khilaf, terpeleset, silakan minta maaf kepada umat Islam yang banyak tergabung dalam berbagai ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah. Bilamana Kapolri tidak segera menyikapi keresahan umat atas ucapannya tersebut, urusannya bisa panjang,” kata Usamah, seraya meminta agar ummat Islam tetap sabar, tidak terpancing dan tidak terprovokasi.

“Dalam tahun politik ini, kita harus bersama-sama menjaga harmoni,” cetusnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.