Senin, 18 Januari 21

Ketum Iwapi Berharap Jakarta Lebih Baik di Tangan Anies-Sandi

Ketum Iwapi Berharap Jakarta Lebih Baik di Tangan Anies-Sandi
* Ketua Umum Iwapi Nita Yudi (berselendang merah) saat mennghadiri acara Sertijab Gubernur DKI di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2017). (Dok. popi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang didampingi wakilnya, Sandiaga Uno, telah menandatangani dokumen Serah Terima Jabatan (Sertijab) bersama Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10/2017).

Berarti pemimpin DKI periode 2017-2022 ini resmi menjalankan amanah rakyat untuk lima tahun ke depan. Janji-janji kampanye yang dikumandangkan oleh pasangan yang diusung partai Gerindra dan PKS tinggal menunggu waktu.

“Alhamdulillah serah terima jabatan sudah berjalan dengan baik,” ucap Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Nita Yudi, di sela-sela acara Sertijab.

Masyarakat tentu memiliki harapan perubahan yang lebih baik terhadap miniatur Indonesia ini. Tak terkecuali wanita yang akrab disapa Nita ini.

“Tentu kita warga DKI sangat mendukung kiprah dan menunggu peran dari gubernur yang baru. Mudah-mudahan  dengan terpilihnya Anies dan Sandi ini akan menjadikan Jakarta lebih baik lagi,” pungkasnya.

 

Anies-Sandi Unggul di Semua Wilayah

Anies-Sandi tampil sebagai jawara pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua yang dihelat Rabu (19/4). Anies-Sandi unggul di semua wilayah dengan meraih suara 57,96%. Mereka mengalahkan Gubernur dan Wakil Gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang meraup suara 42,04%.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi dalam rapat pleno di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Minggu (30/4) dini hari.

Ketua KPU DKI Sumarno mengatakan, Ahok-Djarot yang bernomor urut dua memperoleh 2.350.366 suara, sedangkan Anies-Sandi yang bernomor urut tiga mendapat 3.240.987 suara dengan total suara sah 5.591.353.

Rincian suara tersebut adalah di Kepulauan Seribu AhokDjarot memperoleh 5.391 suara (38%), sedangkan Anies-Sandi memperoleh 8.796 suara (62%) dengan total 14.187 suara sah.

Di Jakarta Utara, Ahok– Djarot mendapat 418.068 suara (47%), sedangkan Anies-Sandi mendapat 466.340 suara atau 52% dengan total 884.408 suara sah.

Di Jakarta Pusat, Ahok– Djarot meraih 243.416 suara (42%), sedangkan Anies-Sandi meraih 333.033 suara (57%) dengan total 576.449 suara sah.

Di Jakarta Barat, Ahok– Djarot meraup 611.759 suara (47%), sedangkan Anies-Sandi meraup 684.980 suara (52%) dengan total 1.296.739 suara sah.

Di Jakarta Timur, Ahok-Djarot menggondol 612.093 suara (38%), sedangkan Anies-Sandi menggondol 993.174 suara (61%) dengan total 1.605.266 suara sah.

Di Jakarta Selatan, Ahok-Djarot mendapat 459.639 suara, sedangkan Anies-Sandi memeroleh 754.665 suara atau (62%) dengan total 1.214.304 suara sah.

Ahok-Djarot diusung PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI 2017. Ahok-Djarot bersaing dengan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Agus-Sylvi diusung Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB. Sedangkan Anies-Sandi diusung Gerindra dan PKS.

Agus-Sylvi mendapat nomor urut 1, Ahok-Djarot memperoleh nomor urut dua, dan Anies-Sandi mendapat nomor urut 3.

Pemungutan suara dilakukan pada 15 Februari 2017. Kubu Ahok-Djarot menargetkan menang satu putaran. Tetapi, kenyataan tak semanis harapan.

KPU DKI  Senin (27/2) mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, yakni Agus-Sylvi memperoleh  937.955 suara atau 17,05%, Ahok-Djarot mendapat 2.364.577 (42,99%) dan Anies-Sandi  memperoleh  2.197.333 ( 39,95%).

Ketiga pasangan calon (paslon) tidak ada yang memperoleh suara lebih dari 50 persen sebagai persyaratan untuk ditetapkan sebagai gubernur dan wagub sebagaimana ditetapkan dalam UU 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk itu pada rapat pleno Sabtu (4/3) KPU DKI memutuskan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi maju di putaran kedua pada Rabu (19/4). (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.