Kamis, 23 September 21

Ketua MPR: Sejarah Penting PDRI Tak Boleh Dilupakan

Ketua MPR: Sejarah Penting PDRI Tak Boleh Dilupakan

Padang, Obsessionnews – Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin Syafruddin Prawirangera di Sumatera Barat (Sumbar) adalah sejarah penting yang harus diingat, dihormati dan dihargai.

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengatakan, PDRI dibawah pimpinan Syafruddin Prawirangera adalah penyelenggara pemerintahan Republik Indonesia periode 22 Desember 1948 – 13 Juli 1949.

“Posisi Sumbar yang sangat penting dalam sejarah bangsa, sama halnya dengan Surabaya. Karena itu, saat presiden mengikuti peringatan di Surabaya, saya mengikuti upacara di Sumbar,” kata Zulkifli Hasan usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman kantor gubernur Sumbar, Selasa (10/11).

Mengingat tonggak penting sejarah Indonesia pada saat itu, selaku Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan sengaja memimpin upacara peringatan hari Pahlawan ke 70 Tahun 2015 Provinsi Sumbar, untuk mengenang kembali penyelenggara pemerintahan Republik Indonesia periode tersebut.
Stafruddin Prawiranegara memimpin PDRI saat itu, setelah mendapat mandat dari Presiden dan Wakil Presiden, Soekarno dan Mohammad Hatta.

zulkifli di padang-

Menurut Zulkifli, PDRI adalah sejarah penting berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat Sumbar tidak melupakan sejarahnya dan menjadikannya sebagai pendorong untuk menjadi lebih baik di masa mendatang. Semangat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan harta dan nyawa untuk kemerdekaan bangsa masih sangat relevan untuk digunakan saat ini.

“Semangat perjuangan yang pantang menyerah itu, jika diterapkan saat ini, akan bisa membawa bangsa kita menjadi bangsa yang kuat, yang disegani oleh bangsa lain,” kata Ketua MPR.

Uacara yang dipusatkan yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Sumbar Jalan Sudirman Kota Padang, dimulai sekitar pukul 09:00 WIB. Begitu sampai di halaman Kantor Gubernur Sumbar dari Bandara Internasional Minangkabau, Zulkifli Hasan langsung naik podium memimpin upacara. Upacara yang dijadwalkan dimulai sekitar pukul 08:00 WIB itu baru terlaksana satu jam kemudian dan berjalan dengan khidmat. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.