Sabtu, 31 Oktober 20

Ketua MPR Sebut Masih Ada 654 Titik Rawan Peredaran Narkotika di Indonesia

Ketua MPR Sebut Masih Ada 654 Titik Rawan Peredaran Narkotika di Indonesia
* Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. (Foto: BreakingNews.co.id/Holang)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua MPR Bambang Soesatyo ikut menyoroti masalah peredaran narkotika di Indonesia. Yang menurutnya hingga saat ini masih menjadi persoalan, mengingat masih terdapat 654 titik rawan narkotika di seluruh Indonesia, dan dapat menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap generasi muda.

Karena itu, ia berpendapat perlu adanya upaya terpadu, baik BNN (BNN Provinsi/BNNP maupun BNN tingkat Kota/BNNK) dan Kepolisian, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing secara konsekuen agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

“Yaitu tugas polisi melakukan penangkapan dan memproses sampai ke jaksa penuntut umum, sementara BNN bertugas melakukan pencegahan, pemberdayaan, rehabilitasi, dan pascarehabilitasi,” kata Bamsoet melalui siaran pers, Senin (16/3/2020).

Ketu MPR mengatakan BNN harus dapat memotong jalur-jalur distribusi narkotika, baik dari dalam maupun luar negri, untuk itu dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai serta SDM yang teruji integritasnya dalam melaksanakan tugas.

“Mengingat BNN dalam melaksanakan tugas berhadapan dengan bandar-bandar narkoba yang mempunyai banyak jaringan dan backing-an yang kuat,” ujar Bamsoet.

Menurut dia, Pemerintah harus meningkatkan sosialisasi, khususnya di sekolah-sekolah, mengenai dampak dari penyalahgunaan narkotika dalam kehidupan sehari-hari, serta melakukan pemeriksaan secara berkala, terutama di sekolah-sekolah yang daerahnya rawan terjadi peredaran atau penyelundupan narkotika.

“Seperti dengan melakukan tes urine kepada kepala sekolah, guru, siswa/I, maupun penjaga sekolah, agar memastikan setiap sekolah bersih dari narkotika,” pungkas dia.

Ia melanjutkan Pemerintah memastikan kualitas dan kuantitas SDM yang berperan dalam pemberantasan narkotika, yaitu BNN Provinsi maupun BNN tingkat Kota, terutama di daerah-daerah yang masih rawan narkotika, dengan kesiapan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga tugas untuk memberantas peredaran narkotika dapat dilakukan secara efisien.

Begitu juga BNN harus dapat menindaklanjuti secara mendalam laporan-laporan yang diterima mengenai adanya jaringan narkotika yang harus dihentikan, sehingga jaringan pembawa narkotika dapat segera ditangkap dan ditindak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Bamsoet mengimbau Pemerintah Daerah dapat mendukung upaya BNN dalam melakukan tugasnya untuk pemberantasan narkotika di daerahnya masing-masing, agar Indonesia dapat bersih dari narkotika.

“MPR mengimbau kepada generasi muda Indonesia untuk mengisi kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya, agar terhindar dari pergaulan yang dapat menjerumuskan dirinya menjadi pengguna dan pecandu narkotika,” imbuhnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.