Rabu, 26 Januari 22

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault
* Foto: Men's Obsession

Kecintaannya terhadap organisasi kepemudaan telah mengantarkan sosok Adhyaksa Dault sebagai tokoh muda yang memiliki pengaruh di negeri ini. Setelah namanya bersinar sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada 2004-2009, kini Adhyaksa sukses memimpin organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia sebagai Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.

Terpilih sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada 2013 lalu di Nusa Tenggara Timur (NTT), Adhyaksa telah banyak melakukan capaian. Ada empat fokus yang dicanangkannya untuk membesarkan Gerakan Pramuka. Pertama, rebranding, kedua, Pramuka untuk pengabdian, ketiga penataan organisasi, dan keempat penguatan jaringan. Rebranding Pramuka adalah memperbaiki citra Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal agar tidak terjebak dalam kegiatan rutinitas semata.

Kegiatan di Pramuka sendiri selalu bersumber pada nilai pokok Dasa Darma dan Tri Satya. Namun, Adhyaksa menekankan seluruh kegiatan kepramukaan kemasannya harus sesuai tema keren, gembira, asyik mengikuti era kekinian. Sebab, generasi muda saat ini adalah generasi digital. Untuk itu, pria berkacamata itu membentuk Tim Siber Pramuka (TSP). Bisa dibilang Kwarnas Gerakan Pramuka adalah satu-satunya organisasi pendidikan atau kepemudaan yang memiliki tim siber.

Pembentukan tim siber menjadi program prioritas Pramuka. Sebab, seluruh perangkat elektronik terhubung jaringan internet sehingga rentan terhadap serangan hacker. Karena itu, persoalan keamanan situs baik web atau media sosial menjadi penting untuk dijaga. Tim Siber ini juga sekaligus dalam rangka membumikan semboyan Kwarnas Gerakan Pramuka di era kepemimpinan Adhyaksa, yakni “Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita”.

Tujuannya, pertama, setiap Pramuka mempunyai kesadaran sebagai pemilik, pemimpin redaksi, sekaligus wartawan bagi akun media sosialnya masing-masing. Jadi, setiap Pramuka mempunyai tanggungjawab sosial dengan medsosnya. Kedua, setiap Pamuka mempunyai kemampuan memberitakan kegiatan Pramuka, produk lokal, pemuda berprestasi, pariwisata, kuliner, budaya, potensi daerah, dan lain-lain di medsos.

Kwarnas Gerakan Pramuka beberapa kali mengadakan lomba foto dan video, misalnya pada April 2017, terkumpul 353 video dengan kualitas bagus yang memberitakan berbagai potensi daerah serta kegiatan Pramuka. Terakhir Kwarnas mengadakan lomba video “Bakti Gudep untuk Indonesia” dengan total hadiah Rp50 juta pada Februari 2018.

Kini, semua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka di 34 provinsi mayoritas sudah membentuk Tim Siber Pramuka sesuai surat edaran dari Kwarnas Gerakan Pramuka. Pramuka Indonesia sampai diakui oleh organisasi kepramukaan dunia atau WOSM sebagai pengguna media sosial teraktif di dunia.

Adapun Pramuka untuk pengabdian dan penataan organisasi yang dimaksud adalah aktif membantu masyarakat, seperti mengatur arus lalu lintas saat arus mudik, penanggulangan bencana, dan peduli dengan lingkungan. Di Bawah kepemimpinan Adhyaksa, Gerakan Pramuka setiap tahun terlibat aktif dalam misi kemanusiaan di negara luar, seperti Afrika, Palestina, Suriah, Myanmar, Nepal. Pramuka mendistribusikan bantuan untuk para korban bencana alam dan peperangan.

Dari sisi penguatan jaringan, Kwarnas Gerakan Pramuka selalu mengirimkan peserta untuk mengikuti Jambore Dunia, Jambore Asia Pasifik dan Jambore Asaan. Pramuka Indonesia bahkan selalu tampil sebagai juara. Kwarnas Gerakan Pramuka juga sukses mengadakan Jambore Nasional, Raimuna Nasional, dan Lomba Tingkat Lima yang juga diikuti ribuan peserta tidak hanya dari Indonesia, tapi juga Pramuka di negara kawasan Asia Pasifik. (Albar)

 

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2018

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.