Rabu, 28 Oktober 20

Ketua DPW PPP DKI: Secara Politik Lulung Sudah Kalah

Ketua DPW PPP DKI: Secara Politik Lulung Sudah Kalah
* Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung).

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana (Lulung) berpindah ke PAN dari PPP. Alasanya karena Lulung tak lagi dijadikan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta.

Menanggapi kepindahan tersebut, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Azis mengaku menghormati keputusan Lulung tersebut. Namun ia meminta Lulung tak berkoar-koar.

“Jadi ya kita hormati saja pilihan Lulung jika memang harus pindah partai, karena kami sudah berusaha untuk melakukan pendekatan politik,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/6/2018).

“Dan perlu diingat bahwa Lulung menjadi pimpinan DPRD lewat PPP. Maka jika berjiwa kesatria hendaknya mengundurkan diri tidak berkoar-koar menggunakan fasilitas pimpinan DPRD yang didapat melalui PPP,” tambahnya.

Mengenai keinginan Lulung menduduki Ketua DPW PPP DKI, dia berpendapat Lulung tidak lagi menjabat Ketua DPW PPP DKI bukan karena pilkada, melainkan karena memang hasil Muswil PPP DKI yang menetapkan dirinya sebagai Ketua DPW DKI.

“Sedari awal Lulung merupakan loyalis Djan Faridz yang melawan Pak Rommy. Kemudian ketika Pak Rommy menang secara hukum dan politik, dia minta tetap dijadikan ketua DPW,” sebut Abdul Azis.

Hal ini, menurutnya, membuat pendukung Rommy keberatan. Lulung pun dianggap sudah kalah secara politik.

“Selaku politisi, Lulung tidak gentle mengakui kekalahan dalam proses politik. Hanya nunggu durian runtuh saja,” tambah dia.

Menurutnya, DPP PPP yang sah sudah sering mengalah dan menawarkan beberapa kompensasi kepada Lulung, termasuk tidak diganti dari jabatan Wakil Ketua DPRD dan dijadikan salah satu pengurus harian DPP.

“Terus terang saja untuk saat ini kalau jabatan ketua DPW tak bisa dipenuhi karena itu tidak mungkin, baik secara politik maupun etika,” ujar dia lagi.

Sedangkan terkait klaim Lulung dipecat dari jabatan ketua DPW gara-gara persoalan DKI, Abdul Azis mengatakan yang melakukan pemecatan itu adalah DPP Djan Faridz, yang memang mendukung Ahok.

Sedangkan DPP PPP hasil muktamar Pondok Gede tidak pernah mengeluarkan keputusan resmi untuk mendukung Ahok di DKI Jakarta.

“Jika Lulung pindah partai sebenarnya juga bukan sesuatu yang baru karena hanya pengulangan sejarahnya saja. Sebelum masuk PPP, dia pernah maju caleg dari parpol lain pada tahun 2004 dan tidak terpilih. Baru ketika masuk PPP, dia terpilih saat maju caleg pada Pemilu 2009,” imbuhnya.

Terkait kabar hengkangnya Lulung dari PPP karena dianggap PPP meninggalkan umat, Abdul Azis juga angkat suara.

“Itu hanya klaim Lulung saja untuk mencari pembenaran. Terbukti berdasarkan hasil survei, justru PPP yang dinilai dekat dengan umat Islam, termasuk perjuangan di bidang program legislasi di DPR,” tutup dia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.