Minggu, 9 Agustus 20

Ketua DPR Minta Pemerintah Perketat Obat-obatan dari Tiongkok

Ketua DPR Minta Pemerintah Perketat Obat-obatan dari Tiongkok
* Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto/ Sutanto Obsessionnews.com.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), memberi perhatian khusus pada obat ilegal dari Tiongkok. Menurutnya, harus ada transparansi dan informasi memadai soal kandungan obat yang beredar di masyarakat.

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, menyampaikan hal itu guna merespons penyitaan 780 kemasan obat ilegal di Surabaya belum lama ini. Obat-obatan tanpa izin edar itu tidak dijual di apotek, melainkan di toko obat tradisional.

“Kementerian Kesehatan bersama dengan BPOM untuk melakukan penelitian dalam uji coba laboratorium terhadap obat-obatan ilegal tersebut, guna mengetahui kandungan yang terdapat didalam obat-obatan tersebut, serta menyampaikan hasil uji coba laboratorium kepada masyarakat secara transparan,” ujar Bamsoet di Gedung DPR.  Jumat (20/4/2018).

Mantan Ketua Komisi III DPR ini juga meminta BPOM memperketat pengawasan dan terus melakukan operasi rutin atas produk-produk obat yang dijual secara bebas di pasaran. “Ini harus dilakukan untuk meminimalisasi adanya pelanggaran dalam penjualan produk obat-obatan,” tegasnya.

Bamsoet juga mendorong dinas kesehatan di daerah menindak tegas pemilik toko-toko obat yang menjual obat-obatan ilegal. Misalnya, menutup tempat usaha ataupun mencabut izinnya. “Tindak tegas, agar ada efek jera di kalangan pemilik toko obat yang nakal,” harapnya.

Namun, Bamsoet juga mengharapkan peran serta masyarakat guna menekan efek obat ilegal. “Agar masyarakat membeli obat di tempat pelayanan resmi seperti apotek, rumah sakit, puskesmas, dan klinik sehingga terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan ilegal,” pungkasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.