Sabtu, 14 Desember 19

Ketua DPR Minta Jokowi-JK Jelaskan Alasan Penaikan BBM

Ketua DPR Minta Jokowi-JK Jelaskan Alasan Penaikan BBM

Jakarta – Ketua DPR RI Setya Novanto meminta kepada pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla untuk segera menjelaskan, alasan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, sejuah ini DPR belum pernah diajak diskusi oleh pemerintah terkait isu kenaikan BBM.

Sebagai lembaga negara yang mewakili aspirasi masyarakat, Setya mengatakan, pemerintah punya kewajiban mengandeng DPR untuk membahas mengenai semua kebijakan yang menyangkut persoalan publik. ‎Terlebih persoalan kenaikan BBM yang dinilai sangat berdampak terhadap masyarakat luas.

“Pemerintah kita harapkan segera menjelaskan ke DPR perhitungan-perhitungan atas kenaikan tersebut sehingga DPR bisa menyelesaikan masalah itu,” ujarnya di DPR, Selasa (18/11/2014).

Setya sendiri menyadari, menaikan BBM bersubsidi sudah menjadi kewenangan pemerintah. Kondisi tersebut juga pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya baik pada saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri maupuan pada saat pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, katanya, semua kebijakan tersebut harus melalui koordinasi lebih dulu dengan DPR. ‎Politisi Partai Golkar itu ingin pemerintah punya hubungan sinergis, dan mau mengajak DPR untuk bekerja sama menyelesaikan persoalan bangsa.

“Berkaitan dengan pemanfaatan alokasi subsidi itu, DPR sangat berkepentingan, karena itu untuk kesejahteraan rakyat yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta BLSM,” terangnya.

Menurutnya, DPR juga sudah memiliki perhitungan sendiri mengenai kenaikan BBM yang secara khusus menjadi kewenangan Komisi VII untuk membahasnya. Dengan demikian, DPR secara langsung sudah siap melakukan diskusi dengan pemerintah.

“Kita harapkan secepat mungkin, kita harapkan pemerintah proaktif agar segera menjelaskan ke DPR agar semua clear. Sebelum reses sudah harus selesai,” ujarnya.

Kenaikan harga BBM sudah resmi diumumkan oleh Jokowi pada Senin (17/11/2014) malam. Jokowi menaikan Rp 2000 untuk satu liternya dan sudah berlaku pada hari ini. Sebelumnya Jokowi pernah mengatakan, menaikan harga BBM adalah sebuah problem yang delematis.

Ia sadar kebijakan tersebut akan menuai protes yang keras dari masyarakat. Namun, sebagai pemimpin, Jokowi mengaku siap tidak populer dengan keputusannya untuk memilih menaikan BBM, meski sebenarnya itu adalah pilihan yang sulit bagi dirinya.

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan, saat ini negara tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mencukupi kebutuhan sektor produktif, seperti membangun infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, karena anggaran tersebut sudah terlalu banyak diserap untuk mensubsidi BBM.

Sebagai kompensasi dari kenaikan tersebut, ‎pemerintah sudah menyiapkan program perlindungan sosial berupa paket Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. Jokowi berharap kartu tersebut bisa diterima oleh masyarakat. (Abn)

 

Related posts