Rabu, 11 Desember 19

Ketua DPR Diperas Aktivis HMI

Ketua DPR Diperas Aktivis HMI

Jakarta – Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku telah diperas oleh aktivis pergerakan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Mereka mengancam akan terus melakukan demonstrasi besar-besaran mendesak penegak hukum untuk menangkap Setya Novanto, apabila tidak segera menyerahkan sejumlah uang.

Setya Novanto sendiri memang kerap disebut terlibat dalam kasus korupsi yang ditangani oleh KPK, seperti kasus PON Riau, kasus e-KTP, dan kasus sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi yang melibatkan Akil Mochtar. Para aktivis mahasiswa ini kerap mendesak KPK untuk segera menangkap Setya Novanto.

Bahkan desakan itu, setiap hari semakin menguat dilakukan oleh sejumlah aktivis dan LSM setelah Setya Novanto terpilih menjadi Ketua DPR yang baru menggantikan Marzuki Alie. Karena sudah merasa difitnah, bahkan sampai berujung pada pemerasan, Setya Novanto akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Selatan.

“Tentunya saya karena apa yang sudah dilakukan ini berkali-kali, dan pada akhirnya tentu saya menyampaikan kepada kepolisian,” kata Setya, Selasa (11/11/2014).

Pelaku pemerasan itu berinisial ML (20) dan E (27). Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan, sudah menerima laporan itu sejak dua minggu yang lalu. Wahyu kemudian membuat skenario dengan Setya Novanto untuk mejebak mereka.

Benar saja, mereka kemudian ditangkap oleh Polisi di daerah Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat kedua orang tersebut mengatahui akan bertemu dengan Setya Novanto untuk diberi uang sesuai dengan permintaan. “Jadi mereka juga melakukan kegiatan pemerasan. Kemudian pada saat diamankan kita lakukan tangkap tangan. Mereka meminta sejumlah uang kepada korban,” terangya.

Atas perbuatanya, para pelaku dijerat dengan pasal pemerasan dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penyangkaan dengan UU ITE dilakukan lantaran tindakan pemerasan itu dilakukan melalui pesan singkat telepon genggam. Kini keduanya sudah ditahan selema 12 hari. (Abn)

 

Related posts