Sabtu, 23 Februari 19

Kesulitan Saksi, Akankan Kasus Pembunuhan Nenek Tukang Kredit di Jombang Dihentikan?

Kesulitan Saksi, Akankan Kasus Pembunuhan Nenek Tukang Kredit di Jombang Dihentikan?
* Ilustrasi garis polisi, (Foto: Kriminologi.id)

Jombang, Obsessionnews.com – Kasus pembunuhan Endang Pujiastutik (75), warga Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur, hingga kini belum terungkap. Minimnya saksi membuat polisi kesulitan mengungkap siapa dalang pembunuhan ini. 

Endang disekap oleh orang yang merampok tas berisi uang miliknya. Ia ditemukan tewas membusuk di dapur rumahnya, Dusun/Desa Peterongan, Sabtu (12/1/2019), sekitar pukul 07.00 WIB. 

Jenazah Endang pertama kali ditemukan oleh saudaranya, yaitu Johanes (52), warga Perumahan Wisata Bukit Mas, Lakarsantri, Surabaya, dan Harjono (67), warga Jalan Pajajaran, Klojen, Kota Malang. Kedua pria itu datang ke rumah korban untuk bertamu.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, satu-satunya saksi hidup peristiwa tragis ini adalah Heru Santoso (42). Heru merupakan anak Endang yang mengalami keterbelakangan mental dan tidak bisa berbicara. 

“Anak korban tahu kalau ibunya dipegangi orang dan dibunuh. Dia (Heru) hanya bisa menjawab dengan bahasa isyarat saat kami tanyai, pelakunya kemungkinan dua orang,” kata Azi saat dihubungi detikcom, Selasa (15/1/2019).

Berdasarkan keterangan Heru, lanjut Azi, pelaku mempunyai perawakan tinggi besar. Penampakan pelaku tersebut membuat putra Endang itu mengalami trauma. Sehingga keterangan yang didapat polisi pun sangat minim.

“Karena anak korban mengalami keterbelakangan mental dan tidak bisa berbicara, belum bisa diketahui kapan hari kejadian itu, juga jamnya. Anak korban juga tak bisa kami jadikan sebagai saksi,” terangnya.

Kendati begitu, penyidik terus berusaha mengungkap kasus ini dengan menggali keterangan dari Heru. Sejauh ini, Azi mengaku pihaknya baru memintai keterangan 4 orang saudara dan teman dekat korban sebagai saksi. 

“Yang menemukan mayat korban itu adalah saudara korban. Biasa berkunjung ke rumah korban jika ke Jombang,” tandasnya.

Berdasarkan autopsi dokter RS Bhayangkara Kediri di RSUD Jombang, Endang diperkirakan tewas sejak 4 hari sebelum mayatnya ditemukan. Pihaknya telah mendapatkan sejumlah bukti petunjuk yang mengarah pada identitas pelaku.

Salah satunya kain slayer yang digunakan pelaku untuk mengikat mulut korban. Kain tersebut diikat melingkar ke leher korban sebanyak 2 kali. Sementara kedua tangan korban diikat di belakang punggungnya menggunakan karet ban bekas.

“Slayer yang diikat ke leher dan mulut korban diduga milik pelaku. Itu yang menjadi petunjuk kami saat ini,” ungkapnya.

Sehari-hari Endang mencari nafkah dengan meminjamkan uang ke para pedagang di Pasar Peterongan. Tempat tinggal korban cukup dekat dengan pasar tradisional tersebut. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.