Sabtu, 20 Juli 19

Kesetiaan Idrus dan Teman Novanto yang Lupa

Kesetiaan Idrus dan Teman Novanto yang Lupa
* Mantan Sekjen Partai Golkar, sekaligus Menteri Sosial Idrus Marham.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham merasa prihatin dengan sikap sejumlah politisi yang terkesan sudah menjauh dari Setya Novanto setelah mantan Ketua DPR sekaligus Ketum Golkar itu terjerat kasus hukum.

Idrus mengungkapkan ketika Novanto masih menjabat sebagai Ketum Golkar maupun Ketua DPR banyak orang yang bertemu dan berkomunikasi dengan dia. Namun kondisi itu tidak lagi terjadi, mereka malah menjauh dari Novanto.

“Tapi yang ingin saya katakan, sebagai politisi, saya tidak suka orang kalau hanya melakukan komunikasi ketika menjabat saja,” ungkap Idrus di kantornya, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Iya bahkan menceritakan di mana saat awal-awalnya Novanto baru dilantik. Ia melihat banyak orang hilir mudik mendatangi rumahnya. Entah ada yang datang untuk sekedar memberikan ucapan selamat ataupun bersilaturahmi biasa.

”Tapi begitu mulai disebut ada masalah, mulai perlahan hilang. Saya berpandangan, ini tradisi yang tak bagus. Cara hidup yang tak bagus,” ungkap Idrus.

Ia mengatakan akan tetap datang ke persidangan Setya Novanto di kasus korupsi e-KTP meski sudah menjabat sebagai Menteri Sosial. Dia mengatakan hal itu sebagai wujud empati kepada kerabat.

“Saya diajari sejak kecil, di kampung, saya jadi pemuda masjid, bahwa jika ada sahabat kita, saudara kita kena musibah, kena masalah, justru harus kita datang,” kata Idrus.

Dia mengatakan setelah menjadi Mensos, kesehariannya telah penuh dengan agenda. Dia mengatakan hal tersebut tak menjadi masalah. Bila pun tak datang dia akan meminta istrinya mewakili dirinya.

“Kalau ada orang kena masalah, kena musibah datang. Semua agama juga mengajarkan begitu,” ucap dia. (Has)

Related posts

1 Comment

  1. Donal Damanik

    Itu korupsi pak..bukan musibah.itu penghianat negara pak mensos.
    Bukan maling.mana sumpah setia pada NKRI.
    Harus di jauhi pak dan dihukum mati bila perlu.Ditubuh anggota Dewan NKRI Sudah terlalu banyak korup

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.