Sabtu, 18 September 21

Kesaksian Yulianis: Ibas Terima Uang dari Nazaruddin

Kesaksian Yulianis: Ibas Terima Uang dari Nazaruddin

Jakarta – Nama putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas (Sekjen DPP Partai Demokrat) kembali disebut dalam persidangan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Oleh mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, Ibas dikatakan menerima uang dari Muhammad Nazaruddin (eks Bendahara Umum Partai Demokrat), sebelum pelaksanaan Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010.

“Sebelum kongres Nazaruddin juga ngasih (uang) ke Andi, terus kasih juga ke Ibas,” ungkap Yulianis di dalam persidangan, Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Yulianis tidak menyebut jumlah uang yang diterima Ibas. Dia hanya mengaku diminta Nazar untuk mencatat pengeluaran uang itu. Namun yang pasti kata Yulianis pemberian uang itu untuk keperluan kongres, bukan terkait proyek pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga, Hambalang, Bogor.

Dalam kesempatan sebelumnya, Yulianis mengatakan bahwa uang untuk Ibas tersebut berasal dari proyek bermasalah yang ditangani Grup Permai, perusahaan milik Nazar. Dalam catatan itu, ada uang 200.000 dollar AS yang diberikan kepada Ibas dalam bentuk uang tunai. Namun, Yulianis mengaku tidak melihat sendiri uang itu berpindah tangan ke Ibas.

“Pasti bermasalah, kan semua proyek, semua uang Grup Permai, itu uang bermasalah karena itu proyek yang sedang disidik penegak hukum. Semuanya disidik, loh,” kata Yulianis.

Dia mengakui pernah menyebut nama Ibas saat diperiksa KPK. Yulianis menyebut nama Ibas saat ditanya penyidik mengenai Kongres Partai Demokrat. “Kebetulan saya ditanya masalah Kongres, ya terpaksa nama Ibas saya sebutkan,” ucapnya.

Sementara, Ibas menyatakan bahwa dirinya tidak tahu-menahu mengenai berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya terkait pemberian uang yang berasal dari proyek bermasalah yang kini tengah diungkap KPK. “Saya berulang kali menegaskan bahwa tudingan yang diarahkan ke saya sangat tidak berdasar. Saya tidak pernah menerima sejumlah uang yang disebut-sebut selama ini,” katanya.

Ibas menganggap tudingan itu sebagai pencemaran nama baik. Ia pun telah melaporkan Yulianis ke Polda Metro pada Maret 2013 lalu. “Tentu hal ini sangat mengganggu dan merugikan nama baik saya,” tambahnya. (Has)

Related posts