Sabtu, 3 Desember 22

Kerugian Rp2,1 M, Mahasiswa IPB Korban Pinjol Ramai-ramai Lapor Polisi

Kerugian Rp2,1 M, Mahasiswa IPB Korban Pinjol Ramai-ramai Lapor Polisi
* Ilustrasi pinjaman online. (JPNN)

Obsessionnews.com – Polresta Bogor, Jawa Barat, menerima 29 aduan dari korban dugaan penipuan investasi fiktif dan jerat pinjaman online (pinjol) yang sebagian besar merupakan mahasiswa IPB University. Menurut polisi, kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Sampai dengan hari ini Polresta Bogor Kota sudah menerima dua laporan polisi, jadi yang sudah bentuk laporan polisi ada dua LP. Kemudian dalam bentuk laporan pengaduan ada 29 laporan pengaduan,” kata Wakapolresta Bogor AKBP Ferdy Irawan kepada wartawan di Bogor, Selasa (15/11/2022).

“Jadi terkait dengan masalah perkembangan laporan, ini rata-rata pelapor ataupun korban berasal dari mahasiswa IPB yang mengalami tindak pidana penipuan,” tambahnya.

Ferdy mengatakan, berdasarkan keterangan para pelapor, total ada 311 korban. Mereka yang sebagian besar mahasiswa IPB itu mengalami kerugian hingga Rp2,1 miliar.

“Berdasarkan pemeriksaan dari para pelapor ataupun korban, ini jumlah korban yang sudah berhasil didata ada 311 orang. Dan itu sebagian besar, tidak semuanya, sebagian besar itu berasal dari mahasiswa IPB. Total uang, dugaan para korban yang tertipu, sebesar Rp 2,1 miliar dari 311 orang korban ini,” ujarnya.

Adapun pelaku atas nama SAN sampai saat ini belum ditangkap. Polisi masih menelusuri keberadaan pelaku.

“Untuk terlapornya inisial SAN. Ini masih kita selidiki keberadaannya, tapi yang jelas bukan bagian dari mahasiswa IPB,” kata Ferdy.

Ferdy menjelaskan ratusan mahasiswa IPB ini tertipu investasi fiktif dengan iming-iming mendapat keuntungan sebesar 10 persen dari nilai yang diinvestasikan.

Namun, untuk mendapatkan keuntungan tersebut para mahasiswa IPB ini diwajibkan mengajukan pinjaman online. Kemudian, hasil pinjaman online itu mesti dikirimkan kepada SAN.

Kenyataannya, keuntungan yang dijanjikan nihil. Mereka kini malah dikejar-kejar pinjol.

“Faktanya setelah mereka pinjam online, setelah mereka mengirimkan sejumlah dana kepada terlapor untuk terlapor ini tidak membayarkan sesuai dengan janjinya yang 10 persen,” katanya.

Terkait ratusan mahasiswa IPB terjerat pinjol untuk usaha penjualan online, pihak kampus telah mempelajari kasus ini dan sedang mengambil empat langkah untuk menangani kasus tersebut.

“Pertama, membuka posko pengaduan. Kedua, memilah-milah tipe kasus yang ada. Saat ini sedang kami petakan tipe masalahnya,” kata Rektor IPB Arif Satria dikutip Antara, Senin (14/11).

Selain itu, kata Arif, IPB juga mempersiapkan bantuan hukum untuk mahasiswa yang tertipu usaha online dalam kasus pinjaman online ini.

Langkah selanjutnya, IPB akan melakukan upaya peningkatan literasi keuangan untuk para mahasiswa.

Saat ini, kata Arif, pihak IPB sedang menjalin komunikasi dengan para mahasiswa yang diduga terjerat kasus ini.

Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti mengatakan para wakil dekan sedang mengumpulkan data dan mengecek serta mendalami informasi yang diperoleh.

Dalam kasus ini, sejumlah mahasiswa yang terjerat pinjaman online didatangi penagih utang ke rumahnya. Penagihan utangnya itu berkisar Rp3 juta-Rp13 juta. Sementara penjualan online itu ternyata tidak menguntungkan.

Para mahasiswa diduga terpengaruh oleh kakak tingkatnya untuk masuk ke grup WhatsApp usaha penjualan online. Mereka diminta investasi ke usaha tersebut dengan keuntungan 10 persen per bulan dan meminjam modal dari pinjaman online.

Namun dalam perjalanannya, keuntungan tidak sesuai dengan cicilan yang harus dibayarkan kepada pinjaman online hingga para mahasiswa mulai resah saat ditagih debt collector dan sebagainya. Kini mereka berinisiatif melapor ke Polresta Bogor Kota. (*/Detik/CNN/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.