Senin, 23 Mei 22

Kerugian Negara 34 Proyek Listrik Era SBY Terungkap

Kerugian Negara 34 Proyek Listrik Era SBY Terungkap

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah merampungkan proses audit terhadap 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak. Dari hasil audit itu menyebutkan ada kerugian negara yang nilainya cukup besar.

Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung mengaku sudah mengetahui akan hal itu. Namun dia masih enggan menyebutkan berani nilai kerugian negara dimaksud. Menurut dia biar lembaga berwenang yang akan menyampaikan.

“Untuk kerugian negara ini kan nanti ya. Kami tidak punya hak untuk melaporkan itu,” ungkap Pramono dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Seskab Pramono bertemu Presiden Jokowi untuk melaporkan mengenai evaluasi proyek tersebut. Dari 34 project, ada 12 project yang dipastikan tidak dapat dilanjutkan, sedangkan 22 project lainnya bisa dilanjutkan tetapi perlu tambahan biaya baru sebesar Rp 4,68 triliun dan Rp 7,25 triliun.

“Dari hasil temuan BPKP ini, karena pemerintah telah juga mempunyai program 35 ribu MW, sehingga kami laporkan, mohon arahan presiden agar tindak lanjut dari temuan dari BPKP ini tidak menjadi masalah di kemudian hari,” kata Pramono.

Dari nilai kontrak sebesar Rp 3,76 triliun, pemerintah telah mengeluarkan pembayaran sebesar Rp 4,94 triliun. Melalui Perpres Nomor 71 tahun 2006 dan Perpres Nomor 4 tahun 2010, PLN ditugaskan untuk mengerjakan 34 proyek listrik berkapasitas 7.000 MW.

“Dan tentunya presiden memberi arahan kepada kami untuk menindaklanjuti ini dan nanti dibahas dengan PLN, kementerian terkait, agar diambil jalan keluar terhadap hal tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengancam akan melaporkan 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Jokowi menyebut proyek tersebut mangkrak selama tujuh sampai delapan tahun.

Jokowi mengaku bahwa ia telah meminta laporan BPKP untuk melakukan audit 34 proyek tersebut. Jokowi meminta agar BPKP menyelesaikan audit itu dan segera melapor kepadanya.

Kepala Negara mengatakan, jika audit BPKP menyatakan bahwa proyek bisa diteruskan, pemerintah akan meneruskan proyek tersebut hingga selesai. Namun, Jokowi sendiri mengaku pesimistis karena ia sudah melihat kondisi proyek-proyek itu di lapangan.

Jokowi pun mengingatkan seluruh jajaran yang terkait dengan pembangunan proyek listrik 35.000 megawatt untuk berhati-hati. Jangan sampai ada proyek yang mangkrak seperti sebelumnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.